Toko Buku di Inggris Kelimpungan Usai Sally Rooney Tarik Novelnya

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Novel Sally Rooney Berjudul Normal People
Foto: Amazon/ Istimewa
Jakarta - Keputusan novelis asal Norwegia, Sally Rooney, dan penerbitnya untuk menarik karya-karyanya dari Inggris buat toko buku yang mengedarkannya kelimpungan. Buku-buku penulis Normal People itu gak dapat lagi dijual karena dukungannya terhadap organisasi Palestine Action.

Organisasi itu dicap terlarang dan teroris oleh pemerintah Inggris sejak tahun lalu. Larangan ini juga bikin siapapun yang mendukung Palestine Action terancam hukuman penjara sampai 14 tahun.

Setelah Sally Rooney resmi menarik buku-bukunya dari Inggris, Asosiasi Penjual Buku (Booksellers Association) sudah konfirmasi ke penerbit karya-karya sang novelis masih bisa dibeli.

"Meskipun judul-judulnya gak lagi tersedia untuk dipesan oleh toko buku di Inggris, mereka tetap dapat menjual stok yang sudah ada di pasar Inggris," katanya dilansir dari AP, Sabtu (17/10/2026).

Beberapa toko buku sempat buru-buru menambah persediaan novel Sally Rooney. Tapi distributor di negara Putri Diana itu disebutkan sudah habis stok.

"Kami berpikir untuk membeli sebanyak mungkin sebelum kami gak bisa lagi mendapatkannya," kata Lucy Burke, seorang penjual buku di Camden Town Bookshop, London.

LONDON, ENGLAND - JANUARY 29:  Sally Rooney attends the 2019 Costa Book Awards held at Quaglino's on January 29, 2019 in London, England. (Photo by Tristan Fewings/Getty Images)LONDON, ENGLAND - JANUARY 29: Sally Rooney attends the 2019 Costa Book Awards held at Quaglino's on January 29, 2019 in London, England. (Photo by Tristan Fewings/Getty Images) Foto: Getty Images/Tristan Fewings

"Karya-karya Sally Rooner populer banget di Inggris dan selalu terlaris sepanjang waktu. Tapi, kayaknya stok yang ada saat ini jadi satu-satunya yang akan kami miliki," katanya.

Bahkan Lucy Burke nyebut situasi ini 'konyol'. "Sebenarnya ini bentuk sensor terhadap salah satu penulis kita yang paling terkemuka," tegas Lucy.

Seorang penjual buku di London Review Bookshop, John Clegg, mengatakan sikap Sally Rooney dapat membantu dalam upaya mengubah Undang-Undang di Inggris.

"Bagus sekali dia berani mengambil sikap, undang-undang ini terasa konyol. Jika hal ini bisa meyakinkan Kementerian Dalam Negeri untuk bertindak lebih cepat guna menghapus aturan tersebut, saya sangat mendukungnya."

Sally Rooney digadang-gadang sebagai novelis terbaik pada masanya karena empat novel: Conversations with Friends, Normal People, Beautiful World, Where are You, dan Intermezzo. Buku-bukunya laku terjual jutaan eksemplar, dan dua di antaranya yakni Conversations with Friends dan Normal People diadaptasi ke serial televisi oleh BBC.

Perempuan berusia 35 tahun itu mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) yang dipimpin oleh pihak Palestina, yang menyerukan pemboikotan terhadap bisnis, universitas, dan institusi budaya Israel sebagai respons atas perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina. Israel memandang gerakan ini sebagai serangan terhadap legitimasi negara Yahudi tersebut.

Setelah Inggris melarang Palestine Action pada Juli 2025, Sally Rooney menyatakan akan menggunakan hasil penjualan buku-bukunya serta adaptasi televisinya untuk mendukung kelompok tersebut.

(tia/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO