Buku Sally Rooney Resmi Ditarik hingga Pengakuan Takut Ditangkap di Inggris
Alasannya? Murni karena konsistensi vokal doi dalam mendukung organisasi aktivis Palestine Action.
Buat yang belum tahu, pada 2025, pemerintah UK resmi melarang organisasi Palestine Action dan memasukkannya ke dalam daftar organisasi terlarang atau bahkan teroris.
Dampaknya gak main-main buat Sally Rooney.
Karena doi secara terbuka memberikan dukungan materiil maupun moral ke organisasi tersebut, hukum di UK menilai distribusi bukunya bisa kena ancaman pidana.
Lewat wawancaranya bareng The Guardian, Sally Rooney secara jujur ngebuka situasi pahit yang lagi doi hadapin.
"Akibatnya, pemenuhan kontrak untuk menerbitkan karya-karya saya di UK kini berpotensi menjadi tindak pidana serius. Setelah melalui proses konsultasi dan pertimbangan, serta dengan persetujuan penuh dari saya, penerbit saya, Faber, memutuskan bahwa mereka tidak lagi dapat mendistribusikan karya-karya saya di UK," ungkap Rooney.
Langkah berani penulis berusia 30-an ini langsung dapet apresiasi tinggi dari Co-founder Palestine Action, Huda Ammori. Doi menyebut aksi Rooney sebagai tindakan yang berani dan punya prinsip kuat.
Ammori juga menyentil bahwa pelarangan penjualan buku-buku Rooney di UK ini adalah bentuk "titik terendah baru dalam meningkatnya serangan terhadap kebebasan berbicara."
Di era di mana banyak figur publik cuma clout chasing atau sekadar performative activism di media sosial, keberanian Sally Rooney buat menanggung risiko finansial dan popularitas demi nilai kemanusiaan bener-bener dapet respek penuh dari Gen Z.
Doi buktiin prinsip hidupnya gak cuma pemanis di lirik atau laras bahasa novelnya, tapi juga di dunia nyata.
Gimana menurut kamu nih, guys? Langkah Sally Rooney ini makin bikin kamu respek sama doi gak?
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
