Hari Museum Nasional jatuh pada 12 Oktober. Pada momen ini, berkunjung ke museum untuk mengenal sejarah dan budaya Kalimantan Barat bisa jadi salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
Tak hanya menyajikan benda-benda bersejarah, sejumlah museum di Kalimantan Barat juga menawarkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Museum di Kalimantan Barat dapat menjadi pilihan destinasi yang menarik sekaligus memberikan pengetahuan bagi pengunjung.
3 Museum Populer di Kalimantan Barat
Kalimantan Barat memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan beragam, mulai dari kehidupan masyarakat tradisional hingga perkembangan kerajaan dan pemerintahan di berbagai wilayah. Jejak perjalanan tersebut masih dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan yang kini tersimpan dan dirawat di museum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Museum Kalimantan Barat
Salah satu koleksi di Museum Kalimantan Barat. Foto: dok Kementerian Kebudayaan |
Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat, yang lebih dikenal sebagai Museum Kalimantan Barat, merupakan salah satu pusat kebudayaan penting di Kota Pontianak. Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia, proses pendirian museum ini telah dirintis sejak 1974.
Setelah melalui proses perintisan selama hampir satu dekade melalui program pemerintah daerah yang berorientasi pada pelestarian warisan budaya, Museum Kalimantan Barat akhirnya resmi dibuka untuk masyarakat pada 4 Oktober 1983.
Bangunan utama museum dirancang dengan bentuk yang menyerupai Rumah Panjang, yaitu rumah tradisional masyarakat Dayak. Karena itu, sejak awal keberadaannya, museum tidak hanya berperan sebagai tempat untuk memamerkan koleksi, tetapi juga menjadi salah satu simbol identitas budaya Kalimantan Barat.
Meski memiliki bentuk bangunan yang kental dengan nuansa Dayak, museum ini tidak hanya menampilkan kebudayaan Dayak. Museum Kalimantan Barat juga merepresentasikan tiga kebudayaan, yakni Dayak, Melayu, dan Tionghoa, yang merupakan etnis terbesar yang mendiami wilayah tersebut.
Mengacu pada situs Kementerian Kebudayaan, Museum Kalimantan Barat memiliki lebih dari 23.000 koleksi seperti pakaian adat Dayak dan Melayu, alat musik seperti sape dan gambus, serta berbagai perlengkapan ritual, hingga naskah Arab-Melayu dan aksara Jawa, termasuk kitab keagamaan serta dokumen yang berkaitan dengan hukum adat.
Museum Kalimantan Barat berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Letaknya yang berada di kawasan pusat Kota Pontianak membuat museum ini relatif mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
2. Keraton Ismahayana
Ruang Tengah Keraton ismahayana. Foto: detik |
Keraton Ismahayana adalah salah satu peninggalan Kerajaan Landak yang letaknya di Kabupaten Landak. Bangunannya masih mempertahankan bentuk rumah panggung khas Melayu Kalimantan Barat dan menyimpan sejumlah benda peninggalan kerajaan, mulai dari mahkota, keris, pedang, hingga Al-Qur'an kuno.
Lokasinya berada di Desa Raja, Kecamatan Ngabang. Bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu objek wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Landak melalui SK Nomor PM.26/PW.007/MKP/2008 pada 23 Mei 2008.
Masuk ke kompleks keraton, kita akan melihat bangunan bersejarah dengan nuansa kuning. Masuk ke dalam, sejumlah benda peninggalan Kerajaan Landak juga masih disimpan dengan rapi. Beberapa koleksinya yaitu mahkota Sultan Landak, keris Si Kanyut, sepasang pedang, tempat tidur Panembahan dan istrinya, duplikat payung kebesaran Sultan, dua kipas raja, seperangkat gamelan, serta Al-Qur'an kuno.
Ada pula meriam Si Penyuk bersama empat meriam lainnya, lontar yang memuat silsilah raja dan sejarah singkat Kesultanan Landak, foto keluarga kerajaan, bendera Kesultanan, dan perlengkapan upacara perkawinan adat berupa timbangan kayu.
Kompleks keraton juga digunakan sebagai tempat penyimpanan koleksi dan kegiatan budaya yang masih dijalankan hingga sekarang. Salah satu tradisi itu adalah Festival Budaya Tumpang Negeri Keraton Ismahayana yang genap memasuki perayaan ke-25 pada tahun 2025.
Sampai saat ini, Keraton Ismahayana masih berdiri kokoh di Ngabang. Bangunannya telah berusia lebih dari satu abad. Jika berkunjung ke Kalimantan Barat, datanglah ke Keraton Ismahayana untuk melihat salah satu bukti sejarah kerajaan Dayak-Melayu di tanah Kalimantan.
3. Museum Daerah Sambas
Museum Daerah Sambas. (Laman Kementerian Pariwisata) |
Museum Daerah Kabupaten Sambas adalah museum yang terletak di Jalan Siapat, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Disadur dari laman Kementerian Pariwisata, museum ini khusus mengoleksi berbagai macam benda-benda peninggalan Kesultanan Sambas.
Museum Daerah Kabupaten Sambas merupakan museum pengganti dari Museum Negeri Perjuangan Sambas, yang sebelumnya tidak lagi dapat digunakan karena gedungnya dikembalikan kepada ahli waris. Gedung museum saat ini merupakan bekas kantor Wakil Residen Belanda yang dibangun pada tahun 1881.
Museum ini menyimpan sekitar 60 koleksi, yang mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya lokal. Beberapa koleksi unggulan di antaranya meriam perang Kerajaan Sambas, pedang dan tombak kerajaan, pakaian pengantin adat Sambas, bintang kerajaan, mata uang kertas lama, meriam lela, keris, pedang kolonial, serta replika singgasana raja.
Koleksi-koleksi tersebut tidak hanya bernilai historis, tetapi juga memiliki makna simbolis yang merepresentasikan identitas dan kebesaran Kerajaan Sambas pada masanya.



