Eksotisme Pasir Putih dan Penyu Hijau di Pulau Sangalaki Kaltim

Eksotisme Pasir Putih dan Penyu Hijau di Pulau Sangalaki Kaltim

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 09 Okt 2026 10:00 WIB
Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Berau. (dok BKSDA Kaltim)
Foto: Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Berau. (dok BKSDA Kaltim)
Berau -

Pernahkah detikers membayangkan berenang berdampingan dengan pari manta yang menari anggun atau menyaksikan langsung momen penyu hijau bertelur di bawah terangnya bulan? Pengalaman ini bisa diperoleh di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur.

Artikel ini akan mengajak detikers menyelami keajaiban pulau tersebut, mulai dari kondisi geografis, kekayaan ekosistem dan keanekaragaman satwanya, hingga deretan aktivitas wisata yang memukau. Ketahui juga panduan perjalanan beserta informasi tiketnya.

Mengenal Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki

Dikutip dari situs BKSDA Kaltim, TWA Pulau Sangalaki merupakan kawasan konservasi penting yang dimanfaatkan untuk pariwisata, pendidikan, dan pelestarian ekosistem alam. Secara administratif, surga tersembunyi ini terletak di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan seluas 280,07 hektare ini memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan daratannya didominasi oleh hamparan gosong pasir pantai yang datar. Secara geografis, pesisir Pulau Sangalaki merupakan bagian dari Perairan Laut Sulawesi yang juga dilalui oleh lintasan arus dunia.

Sejarah penetapan kawasan konservasi ini bermula sejak tahun 1982 dan statusnya terus diperkuat hingga disahkan secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2023. Kini, pengelolaannya berada di bawah kendali Balai KSDA Kalimantan Timur yang menerapkan perlindungan ketat melalui patroli cerdas selama 24 jam penuh.

Ekosistem dan Keanekaragaman Satwa

Tukik di Pulau SangalakiTukik di Pulau Sangalaki. Foto: (Khairul Leon/d'Traveler)

TWA Pulau Sangalaki menaungi empat tipe ekosistem utama yang meliputi hutan dataran rendah, hutan pantai, padang lamun, dan terumbu karang. Perpaduan ekosistem yang beragam ini menjadikannya rumah yang sangat nyaman bagi pelestarian berbagai jenis flora dan fauna laut.

Wilayah perairan dangkalnya didominasi oleh tumbuhan lamun sendok, sedangkan terumbu karangnya dipenuhi oleh berbagai spesies pembentuk karang yang kokoh. Selain kekayaan tumbuhan dan vegetasi pesisir, kawasan perairan dan daratan ini juga menjadi habitat penting bagi ribuan satwa eksotis.

Keberadaan fauna di pulau konservasi ini sangat beragam, mulai dari jenis burung, reptil, hingga berbagai biota pelagis pelintas batas. Berikut adalah satwa dan biota laut yang hidup dan menjadikan TWA Pulau Sangalaki sebagai habitat alaminya:

  • Penyu hijau (Chelonia mydas)
  • Pari manta (Manta birostris)
  • Pari hitam tutul putih (Dasyatis kuhlii)
  • Biawak air (Varanus salvator)
  • Kuntul karang (Egretta sacra)
  • Cekakak sungai (Todiramphus chloris)
  • Ikan badut (Amphiprion ocellaris)
  • Gurita (Octopus vulgaris)
  • Belut laut (Gymnothorax sp)
  • Bintang laut (Asteroidea sp)

Daya Tarik dan Aktivitas Menarik

Pulau Sangalaki menawarkan segudang pesona wisata alam yang mampu menghipnotis dan menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara. Setiap sudut kawasan ini menyimpan keistimewaan luar biasa yang patut Anda jelajahi selama menghabiskan waktu liburan.

1. Pesona Bawah Laut dan Pari Manta

Pemandangan terumbu karang berselimut ikan hias di perairan Sangalaki menjadi taman bermain tersendiri bagi para pecinta aktivitas menyelam. Anda juga diizinkan berenang bersama pari manta yang sangat jinak dan sering muncul mencari makan plankton saat pasang pagi hari.

2. Wisata Konservasi Penyu Hijau

Wisatawan memiliki kesempatan langka untuk menyaksikan langsung proses menakjubkan dari induk penyu hijau liar yang mendarat ke pasir pantai untuk bertelur. Selain pengamatan saat malam hari tersebut, daya tarik wisata edukatif lainnya adalah melihat aktivitas penetasan telur penyu hasil relokasi dari sarang alaminya.

3. Pengamatan Burung dan Lanskap Pantai

Bagi para peneliti dan penggiat satwa, pulau ini menawarkan aktivitas pengamatan burung dengan keberadaan puluhan jenis burung kicau maupun air. Pengunjung umum juga dapat bersantai di resor pasir putih bercampur pecahan karang sembari menikmati perpaduan magis terbit dan tenggelamnya matahari di cakrawala.

Ancaman dan Tantangan Konservasi

Meskipun dijaga dengan ketat, kelestarian ekosistem di TWA Pulau Sangalaki masih terus menghadapi berbagai ancaman gangguan dari luar kawasan. Praktik pencurian telur penyu untuk dikonsumsi maupun diperdagangkan secara ilegal masih menjadi tantangan utama yang harus terus diberantas.

Selain masalah pencurian, penggunaan bom dan racun ikan oleh masyarakat sekitar di area luar kawasan turut membahayakan mamalia laut dan merusak habitat karang secara sporadis. Keberadaan sampah kiriman yang hanyut ke pesisir pulau juga menjadi persoalan serius karena menimbulkan polusi air yang perlahan merusak ekosistem laut.

Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Berau. (dok BKSDA Kaltim)Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan, Berau. (dok BKSDA Kaltim)

Panduan Perjalanan dan Akses Tiket

Perjalanan laut menuju surga tersembunyi ini dapat dimulai langsung dari wilayah Tanjung Redeb menggunakan perahu cepat dengan waktu tempuh sekitar 2 jam lebih. Alternatif rute lainnya adalah menempuh perjalanan darat terlebih dahulu ke Tanjung Batu, lalu dilanjutkan menyeberang laut selama hampir 1 jam menuju lokasi Pulau Sangalaki.

Untuk mempermudah manajemen pengunjung, wisatawan kini diwajibkan membeli tiket masuk melalui aplikasi atau situs web Ayo ke Taman Nasional sejak 1 Agustus 2026. Harga tiket yang dipatok sangatlah terjangkau, yaitu mulai dari Rp 15.000 untuk turis domestik dan Rp 100.000 bagi pengunjung mancanegara.

Halaman 4 dari 3
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads