Siapa sangka Kota Tarakan, Kalimantan Utara dulunya menjadi basis pertahanan saat Perang Dunia II. Sejarah ini dibuktikan dengan sebuah kawasan yang menjadi saksi bisu dinginnya Perang Dunia II
Benteng Peningki Laid atau juga disebut Kawasan Wisata Sejarah Peningki Laid namanya. Kawasan ini merupakan situs cagar budaya yang tidak hanya menyuguhkan cerita historis, tapi juga hamparan laut dan hutan mangrove yang bisa dinikmati.
Berbeda dengan benteng kolonial pada umumnya, Peningki Laid berfungsi sebagai basis pertahanan sekaligus wilayah yang menjadi saksi perebutan Tarakan yang sebagai kota penghasil minyak di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Benteng Peningki Laid Tarakan
Sebelum jadi objek wisata, kawasan Peningki Laid merupakan permukiman masyarakat Tidung. Pada awal 1930, pemerintah kolonial Belanda membebaskan lahan di kawasan perbukitan tersebut untuk membangun basis pertahanan militer. Proses pembebasan lahan dilakukan melalui pemberian kompensasi.
Pemilihan lokasi ini sendiri karena Peningki Laid berada di perbukitan yang menghadap langsung ke jalur pelayaran di sekitar Pulau Tarakan. Dari titik ini, tentara Belanda bisa mengawasi lalu lintas kapal yang keluar masuk menuju kawasan pelabuhan sekaligus melindungi ladang minyak yang saat itu dikelola Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM).
Ketika Perang Dunia II pecah di kawasan Pasifik, Tarakan menjadi salah satu target pertama Jepang karena cadangan minyaknya yang sangat besar. Kawasan Peningki Laid pun berfungsi sebagai basis pertahanan Belanda sebelum akhirnya jatuh ke tangan Jepang pada awal 1942.
Setelah perang berakhir, berbagai instalasi militer tersebut tetap bertahan dan saat ini menjadi peninggalan sejarah yang dilindungi sebagai cagar budaya.
Peninggalan di Benteng Peningki Laid
Foto: Salah satu meriam di Benteng Peningki Laid. (dok Instagram.com/@tarakantourism) |
Kawasan Peningki Laid luasnya mencapai sekitar 6,1 hektare dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Kota Tarakan pada tahun 2020. Di dalamnya masih tersisa berbagai peninggalan militer yang relatif utuh, di antaranya:
- Enam meriam pantai berukuran besar yang dahulu diarahkan ke perairan sekitar Tarakan
- Tiga pillbox, bunker pertahanan berbahan beton untuk posisi tembak prajurit
- Tiga gudang logistik yang dahulu digunakan menyimpan amunisi dan perlengkapan perang
Selain itu, menurut Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Tarakan, kawasan ini juga pernah dilengkapi gardu pembangkit listrik yang memasok energi untuk mengoperasikan meriam artileri pantai.
Saat ini, Pemerintah Kota Tarakan mengembangkan Peningki Laid menjadi kawasan sejarah terbuka, di mana detikers bisa menyaksikan peninggalan sejarah Perang Dunia II sambil menikmati suasana pinggir Laut Sulawesi dari satu lokasi.
Fasilitas untuk wisata juga sudah cukup lengkap. Ada jogging track, gazebo, toilet, jalur pejalan kaki, dan pohon-pohon rindang untuk bersantai.
Lokasi dan Rute ke Benteng Peningki Laid
Benteng Peningki Laid berada di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang menghadap ke pesisir timur Pulau Tarakan.
Dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, perjalanan menuju Benteng Peningki Laid bisa ditempuh sekitar 20-30 menit menggunakan motor atau mobil dengan jarak kurang lebih 9-11 kilometer.
Jika berangkat dari pusat Kota Tarakan, waktu tempuh berkisar 15-20 menit. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi bandara, maupun ojek online yang sekarang sudah banyak ditemukan di Tarakan. Akses menuju Benteng Peningki Laid juga sudah beraspal dan bisa dilalui kendaraan.
Di sekitar pintu masuk tersedia area parkir. Setelah memarkir kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur setapak yang telah ditata menuju berbagai peninggalan.
Harga Tiket Masuk Benteng Peningki Laid 2026
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan tarif retribusi jasa usaha, tarif resmi Taman Wisata Sejarah Peningki Lama adalah sebagai berikut:
- Anak-anak: Rp2.000 per orang
- Dewasa: Rp5.000 per orang
- Warga Negara Asing (WNA): Rp50.000 per orang
- Pemotretan komersial: Rp200.000 per kegiatan (maksimal 10 orang)
Itu dia informasi seputar wisata Benteng Peningki Laid yang menyimpan daya tarik jejak Perang Dunia II di Tarakan. Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki peninggalan militer selengkap ini dalam satu kawasan. Yuk, jalan-jalan ke Peningki Laid dan nikmati sejarahnya!

