Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia. Kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi ribuan orang utan Kalimantan ini selalu masuk daftar impian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Tak hanya menawarkan pengalaman melihat orang utan di habitat aslinya, Taman Nasional Tanjung Puting juga menyuguhkan petualangan menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan kapal klotok, menikmati hutan hujan tropis, hingga bermalam di tengah alam liar.
Lantas, bagaimana cara liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting? Berapa biaya yang harus disiapkan? Tiket dipesan di mana? Apa saja yang bisa dilihat selama perjalanan? Simak panduan lengkap berikut ini, detikers!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Menuju Taman Nasional Tanjung Puting
Perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting dimulai dengan terbang ke Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Saat ini tersedia penerbangan langsung dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya menuju Pangkalan Bun. Dari Bandara Iskandar, perjalanan dilanjutkan sekitar 20-30 menit menggunakan mobil menuju Pelabuhan Kumai.
Pelabuhan Kumai menjadi pintu masuk utama menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Dari sini wisatawan akan menaiki kapal tradisional khas Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan sebutan klotok untuk menyusuri Sungai Kumai dan Sungai Sekonyer.
Justru perjalanan menggunakan klotok inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama wisata Tanjung Puting. Selama beberapa jam di atas kapal, wisatawan akan disuguhi panorama hutan tropis yang masih alami dengan berbagai satwa liar yang kerap muncul di tepian sungai.
Bagaimana Cara Memesan Tiket?
Detikers dapat memesan tiket masuk kawasan melalui sistem e-ticket resmi Balai Taman Nasional Tanjung Puting. Pemesanan dilakukan secara daring sebelum keberangkatan sehingga wisatawan tidak perlu mengantre lama saat tiba di lokasi.
Selain membeli tiket masuk, sebagian besar wisatawan juga memesan paket wisata melalui agen perjalanan resmi yang telah bekerja sama dengan operator kapal klotok. Paket tersebut umumnya sudah mencakup transportasi dari bandara, kapal, makan selama perjalanan, pemandu wisata, hingga tiket masuk kawasan.
Berapa Biaya Liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting?
Biaya wisata ke Taman Nasional Tanjung Puting cukup bervariasi, tergantung lama perjalanan dan jenis paket yang dipilih.
Untuk paket open trip 3 hari 2 malam, harga berkisar mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta per orang. Sementara paket private trip biasanya dibanderol mulai Rp 7 juta hingga belasan juta Rupiah per kapal, tergantung kapasitas penumpang dan fasilitas yang dipilih.
Biaya tersebut umumnya sudah meliputi:
- Penjemputan dan pengantaran Bandara Iskandar.
- Transportasi kapal klotok.
- Penginapan di atas kapal.
- Makan tiga kali sehari.
- Air mineral, kopi, dan teh.
- Pemandu wisata.
- Tiket masuk kawasan.
- Donasi konservasi sesuai ketentuan.
Di luar paket tersebut, wisatawan hanya perlu menyiapkan biaya tiket pesawat menuju Pangkalan Bun serta kebutuhan pribadi.
Berapa Lama Waktu yang Ideal?
Sebagian besar wisatawan memilih paket 3 hari 2 malam karena dianggap paling ideal untuk menikmati seluruh destinasi utama di kawasan taman nasional. Namun, tersedia pula pilihan one day trip hingga paket 4 hari 3 malam bagi wisatawan yang ingin menjelajah lebih lama.
Ada Berapa Camp yang Bisa Dikunjungi?
Selama menjelajahi Taman Nasional Tanjung Puting, detikers akan singgah di beberapa pusat rehabilitasi dan feeding station orang utan.
1. Camp Tanjung Harapan
Camp pertama yang biasanya dikunjungi setelah memasuki kawasan taman nasional. Di sini wisatawan dapat menyaksikan pemberian pakan orang utan sekaligus trekking ringan menyusuri hutan.
2. Pondok Tanggui
Camp ini dikenal sebagai lokasi dengan populasi orang utan yang cukup banyak. Selain melihat orang utan, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan rawa gambut yang masih sangat alami.
3. Camp Leakey
Inilah destinasi paling terkenal di Taman Nasional Tanjung Puting. Camp Leakey merupakan pusat penelitian orang utan yang telah berdiri sejak tahun 1971. Di lokasi ini, peluang bertemu orang utan dewasa berukuran besar hingga induk bersama anaknya jauh lebih tinggi dibanding lokasi lainnya.
Tak heran, hampir seluruh wisatawan menjadikan Camp Leakey sebagai tujuan utama selama berada di Tanjung Puting.
Liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting/ Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan |
Apa Saja yang Bisa Dilihat?
Selain orang utan Kalimantan, perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer menawarkan pengalaman melihat berbagai satwa liar lainnya.
Di antaranya:
- Bekantan yang bergelantungan di pepohonan.
- Owa Kalimantan.
- Monyet ekor panjang.
- Burung enggang.
- Burung raja udang.
- Bangau dan berbagai jenis burung endemik.
- Buaya muara.
- Biawak.
- Ratusan kupu-kupu.
- Kunang-kunang yang menghiasi tepian sungai saat malam hari.
Jika beruntung, wisatawan juga dapat melihat orang utan liar yang turun langsung ke tepian sungai tanpa harus berada di feeding station.
Seperti Apa Perjalanan Selama di Taman Nasional?
Hari pertama biasanya dimulai dari penjemputan di Bandara Iskandar menuju Pelabuhan Kumai. Setelah naik klotok, perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer dimulai sambil menikmati makan siang di atas kapal sebelum tiba di Camp Tanjung Harapan.
Hari kedua menjadi puncak perjalanan. Kapal akan bergerak menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana hutan tropis yang masih asri, mengamati satwa liar, hingga berburu foto di beberapa titik favorit.
Malam harinya, kapal bersandar di tepian sungai yang aman. Wisatawan akan bermalam di atas klotok dengan suasana tenang, ditemani suara serangga, burung malam, dan jika cuaca cerah, langit penuh bintang menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.
Pada hari ketiga, kapal kembali menuju Pelabuhan Kumai sebelum wisatawan diantar menuju Bandara Iskandar untuk kembali ke kota asal.
Liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting/ Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan |
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?
Musim kemarau, yakni sekitar Juni hingga September, menjadi waktu favorit wisatawan karena curah hujan lebih rendah sehingga perjalanan lebih nyaman. Pada musim ini, peluang melihat orang utan di feeding station juga lebih besar.
Meski demikian, Taman Nasional Tanjung Puting tetap dapat dikunjungi sepanjang tahun. Setiap musim menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari hijaunya hutan saat musim hujan hingga panorama sungai yang lebih tenang saat kemarau.
Tips Liburan ke Taman Nasional Tanjung Puting
Agar perjalanan semakin nyaman, detikers disarankan membawa pakaian berbahan ringan, topi, tabir surya, obat antinyamuk, sepatu atau sandal yang nyaman untuk trekking, kamera dengan lensa tele, serta power bank karena akses listrik selama berada di atas klotok cukup terbatas.
Jangan lupa pula menjaga kebersihan kawasan, tidak memberi makan satwa liar di luar jadwal feeding, serta selalu mengikuti arahan pemandu demi menjaga kelestarian habitat orang utan.
Bagi detikers yang ingin menikmati wisata alam yang berbeda dari biasanya, Taman Nasional Tanjung Puting menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Menyusuri Sungai Sekonyer dengan klotok, bertemu orang utan di habitat aslinya, hingga bermalam di tengah hutan hujan tropis akan menjadi cerita yang tak terlupakan dari jantung Pulau Borneo.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)


