Kekayaan perairan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga melahirkan beragam kuliner khas yang menggugah selera. Olahan ikan sungai seperti ikan jelawat, ikan lais, dan ikan baung menjadi menu favorit yang banyak dicari, baik oleh warga lokal maupun pendatang.
Berbagai jenis ikan air tawar tersebut diolah dengan beragam cara, mulai dari digoreng, dibakar, hingga dimasak menjadi gangan asam, sajian berkuah kuning segar yang menjadi salah satu ciri khas kuliner Kalimantan. Ikan jelawat, lais, dan baung dikenal sebagai ikan yang sangat identik dengan perairan Kalimantan dan telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
Di sebuah warung makan di Kampung Baru, Pangkalan Bun, aroma ikan bakar dan kuah gangan asam yang hangat kerap menarik perhatian pelanggan. Pemilik warung, Ida, mengatakan olahan ikan sungai masih menjadi menu yang paling diminati oleh para pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari yang paling banyak dicari itu ikan jelawat, lais, dan baung. Banyak pelanggan yang memang sengaja datang untuk menikmati rasa khas ikan sungai yang sulit ditemukan di daerah lain," ujarnya, Minggu (16/6/2026).
Menurut Ida, cita rasa ikan sungai memiliki keunikan tersendiri. Tekstur daging yang lembut dan rasa gurih alami membuatnya cocok diolah dengan berbagai bumbu tradisional.
"Kalau dimasak gangan asam, rasa segar dari kuah kuning berpadu dengan gurihnya ikan. Kalau dibakar atau digoreng juga tetap enak karena karakter ikannya memang sudah lezat. Banyak tamu dari luar daerah yang penasaran karena ikan-ikan ini sangat dikenal sebagai bagian dari kuliner khas Kalimantan," katanya.
Popularitas olahan ikan sungai ini juga diakui Wida, warga asal Pangkalan Bun yang menjadi salah satu pelanggan setia. Baginya, sajian ikan sungai bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas daerah.
"Saya paling suka ikan baung dan jelawat yang dimasak gangan asam. Rasanya segar dan khas. Makanan seperti ini selalu mengingatkan saya pada kampung halaman," tutur Wida.
Kuliner ikan sungai dari Pangkalan Bun/ Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan |
Ia menambahkan kuliner berbahan ikan sungai menjadi pilihan favorit saat berkumpul bersama keluarga. Selain lezat, menu tersebut juga mudah ditemukan di berbagai rumah makan dan warung makan di Pangkalan Bun.
"Kalau ada keluarga atau teman dari luar daerah datang ke Pangkalan Bun, biasanya saya ajak mencicipi masakan ikan sungai. Menurut saya, ini salah satu makanan yang wajib dicoba karena benar-benar mencerminkan kekayaan alam dan budaya kuliner Kalimantan," tambahnya.
Keberadaan olahan ikan sungai yang terus diminati menunjukkan bagaimana hasil perairan lokal mampu menjadi daya tarik kuliner daerah. Di tengah perkembangan berbagai jenis makanan modern, cita rasa tradisional dari ikan jelawat, lais, dan baung tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pangkalan Bun.
Melalui tangan-tangan para pelaku usaha kuliner seperti Ida, kekayaan hasil sungai tidak hanya dinikmati sebagai hidangan sehari-hari, tetapi juga menjadi warisan rasa yang terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
"Dengan cita rasa khas yang berasal dari ikan-ikan yang identik dengan perairan Kalimantan, kuliner ini terus menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pangkalan Bun," pungkasnya.

