Jika berlibur ke Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah rasanya belum lengkap tanpa membawa buah tangan untuk keluarga di rumah. Salah satu oleh-oleh yang selalu diburu wisatawan adalah Amplang Syarifah Salmah yang diproduksi di Kumai.
Usaha rumahan ini berada di Jalan Swadaya, Desa Sungai Kapitan, Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari kawasan pesisir tersebut, amplang khas Kumai telah dikenal luas hingga ke berbagai daerah di Kalimantan dan luar pulau.
Amplang merupakan makanan ringan tradisional yang dibuat dari bahan dasar ikan dan tepung sagu. Camilan ini telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat pesisir Kalimantan sejak puluhan tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu kemasan dibuka, aroma ikan yang khas langsung menyeruak dan menggugah selera. Teksturnya yang renyah dipadukan rasa gurih membuat camilan ini cocok dinikmati kapan saja.
Meski dapat ditemukan di berbagai wilayah Kalimantan, cita rasa amplang dari setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. Perbedaan jenis ikan dan racikan bumbu menjadi faktor yang membedakan rasa satu dengan lainnya.
Pemilik usaha Amplang Syarifah Salmah, Syarifah Salmah, mengatakan kualitas bahan baku selalu menjadi perhatian utama dalam setiap proses produksi. Ia memastikan hanya ikan segar yang digunakan agar rasa amplang tetap terjaga.
"Kami berusaha mempertahankan cita rasa khas yang sudah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun. Kuncinya ada pada kualitas ikan dan proses pengolahan yang tidak boleh sembarangan," ujar Syarifah Salmah, Minggu (14/6/2026).
Seiring perkembangan zaman, amplang kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti original dan balado. Meski zaman sudah berganti, sejauh ini harga amplang masih cukup terjangkau.
"Harga cukup ramah di kantong, mulai Rp6.000, dan Rp10.000 per bungkus hingga sekitar Rp100 ribu untuk paket besar isi banyak," ujarnya.
Guna mempertahankan kepercayaan pelanggan, Amplang Syarifah Salmah terus berusaha menjaga kualitasnya. Tak heran jika amplang ini menjadi salah satu oleh-oleh wajib yang selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke Kotawaringin Barat.
Proses Pembuatan Amplang Tak Sederhana
Gurih Renyah Amplang Syarifah Salmah, Oleh-oleh Khas Kumai. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan) |
Syarifah mengungkap proses pembuatannya cukup panjang untuk menghasilkan tekstur yang renyah dan cita rasa gurih yang khas. Bahan utama amplang biasanya berasal dari ikan tenggiri, ikan gabus atau haruan, serta ikan belida.
Ikan segar seperti ikan tenggiri, ikan gabus (haruan), atau ikan belida dibersihkan terlebih dahulu dari sisik, kulit, dan durinya. Di antara ketiganya, ikan belida sering dianggap menghasilkan rasa paling gurih dengan tekstur yang lebih lembut.
"Proses pembuatannya dimulai dari membersihkan ikan hingga bebas sisik dan duri sebelum digiling halus. Daging ikan kemudian dicampur garam, bumbu pilihan, air, dan tepung sagu hingga menjadi adonan yang kalis," kata dia.
Setelah bersih, daging ikan digiling hingga halus. Daging ikan yang telah halus dicampur dengan garam, bawang putih, penyedap alami, dan sedikit air.
Setelah tercampur rata, tepung sagu dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis. Adonan tersebut selanjutnya direbus atau dikukus selama kurang lebih satu jam sebelum dijemur. Tahapan ini bertujuan menghasilkan tekstur amplang yang mengembang sempurna saat digoreng.
Setelah matang, adonan didinginkan lalu dijemur di bawah sinar matahari hingga kadar airnya berkurang. Penjemuran yang baik akan menghasilkan amplang yang mengembang sempurna saat digoreng.
Adonan yang telah kering dipotong tipis-tipis dengan ukuran sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter. Potongan amplang kemudian digoreng dalam minyak panas. Hasilnya adalah amplang berwarna kuning keemasan dengan tekstur renyah dan rasa gurih yang khas.
Setelah ditiriskan dan dingin, amplang dikemas dalam plastik atau wadah kedap udara agar tetap renyah dan tahan lama. Produk kemudian siap dipasarkan sebagai camilan maupun oleh-oleh khas Kalimantan.
Dengan proses yang masih mempertahankan cara tradisional, Amplang Syarifah Salmah terus menjaga cita rasa gurih khas pesisir yang telah dikenal oleh masyarakat selama bertahun-tahun.
(aau/aau)

