Ekstrem! Makanan Khas Dayak Ini Terbuat dari Kelelawar

Ekstrem! Makanan Khas Dayak Ini Terbuat dari Kelelawar

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 10 Mei 2026 10:02 WIB
Bangamat khas Dayak. (dok Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata RI)
Foto: Bangamat khas Dayak. (dok Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata RI)
Palangka Raya -

Masyarakat suku Dayak memang terkenal memiliki olahan makanan khas yang asalnya dari hewan-hewan tidak biasa, contohnya ada ulat dari pohon sagu atau pohon aren, tembiluk yang juga merupakan ulat kayu, ular rica, dan kelelawar.

Bagi sebagian besar orang, kelelawar bukanlah lauk yang lazim dikonsumsi. Tetapi bagi masyarakat Dayak, kelelawar dimanfaatkan untuk diolah dan dijadikan lauk yang dikenal dengan bangamat.

Bangamat atau dalam bahasa Dayak Maanyan disebut paing, yakni hidangan tradisional yang terbuat dari olahan daging kelelawar besar, khususnya jenis kalong (Pteropus vampyrus). Kelelawar ini diketahui sebagai jenis pemakan buah, berbeda dengan kelelawar pemakan serangga atau penghisap darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan mengapa yang dikonsumsi adalah kelelawar pemakan buah karena dianggap lebih aman dan bersih karena makanannya berupa buah-buahan. Selain itu, rasanya juga lebih bisa diterima lidah masyarakat Dayak.

Sementara kelelawar pemakan serangga atau darah dihindari karena dianggap kurang layak konsumsi dan berpotensi membawa penyakit.

Awal mula konsumsi bangamat ini tujuannya sebagai obat untuk mengatasi penyakit seperti asma, gatal-gatal, dan penyakit kulit. Masyarakat Dayak percaya bahwa kelelawar bisa menyembuhkan penyakit, walaupun sampai saat ini belum terbukti secara ilmiah.

Makanan ekstrem KalimantanMakanan ekstrem Kalimantan berbahan kelelawar. Foto: Istimewa

Cara Pengolahan Bangamat

Bangamat biasanya disajikan disajikan dalam acara-acara adat atau momen khusus tertentu. Sebelum dimasak, kelelawar harus dibersihkan terlebih dahulu. Bagian seperti kuku, bulu, punggung, dan isi perut dibuang. Setelah itu, daging bersama sayapnya siap diolah.

Berikut gambaran cara memasak Bangamat khas Dayak Maanyan:

Bahan:

  • 1 ekor kelelawar yang dipotong-potong
  • Singkong secukupnya
  • Batang pisang muda, iris tipis dan cuci dengan garam
  • Daun katuk

Bumbu:

  • 2 siung bawang putih
  • Garam secukupnya
  • Merica secukupnya

Cara Memasak:

  1. Rebus daging kelelawar selama kurang lebih 1 jam hingga empuk
  2. Masukkan potongan singkong, masak hingga empuk
  3. Tambahkan batang pisang, lalu didihkan
  4. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan
  5. Tambahkan daun katuk, tutup panci, lalu matikan api.

Saat ini, bangamat masih dikonsumsi oleh masyarakat Dayak pada acara tertentu, bukan lauk harian. Konsumsi satwa liar seperti kelelawar juga perlu mempertimbangkan keseimbangan ekosistem serta potensi risiko penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

Di Kalimantan sendiri, bangamat sangat sulit ditemukan di warung makan. Hidangan yang satu ini memang hanya dibuat untuk acara khusus saja, bukan diperjualbelikan. Jadi, bagi detikers yang ingin mencoba, harap berhati-hati dan bijak, ya, terutama dalam risiko zoonosis yang mengintai.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads