Buah Rotan Asal Kalimantan yang Terkenal dengan Rasa Asamnya

Buah Rotan Asal Kalimantan yang Terkenal dengan Rasa Asamnya

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 29 Agu 2025 07:00 WIB
Buah Rotan atau Manau. Foto: tangkapan layar akun instagram @info_kubar/ Ghadlye
Foto: Buah Rotan atau Manau. Foto: tangkapan layar akun instagram @info_kubar/ Ghadlye
Balikpapan -

Kalimantan punya buah yang bernama rotan atau disebut juga manau, buah dengan ukuran yang kecil-kecil dengan rasa yang sangat masam atau kecut. Buah ini berasal dari pohon rotan, yang biasanya kita kenal dengan hasil kayunya untuk beragam perabotan dan beraneka kerajinan.

Buah rotan dikenal sebagai salah satu hasil hutan Kalimantan yang unik dengan rasa khas, yaitu asam menyegarkan. Buah rotan biasanya tumbuh liar di hutan-hutan Kalimantan dan sering dijadikan camilan tradisional oleh masyarakat setempat.

Bentuknya kecil-kecil, berkulit sisik mirip salak, tetapi rasanya punya sensasi tersendiri. Saat digigit, sensasi asamnya langsung terasa, lebih lezat lagi jika dicampur garam dan cabai seperti layaknya buah asam pada rujak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain dinikmati langsung, buah rotan juga kerap dijadikan bahan tambahan dalam masakan tradisional, khususnya olahan berkuah yang membutuhkan sentuhan rasa asam alami. Tak heran kalau buah ini menjadi salah satu kekayaan kuliner Kalimantan yang jarang ditemui di daerah lain.

Mengenal Buah Rotan

Dikutip dari laman Media Center Provinsi Kalsel, buah rotan (Calamus manan) adalah spesies tumbuhan dari keluarga Arecaceae. Tumbuhan berbunga ini merupakan spesies endemik di Kalimantan Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Kalimantan, Thailand.

Buah rotan punya nama lain yang cukup beragam di beberapa daerah. Ada yang menyebutnya buah walatung, buah tu'u, buah manau, hingga buah redan.

Mungkin beberapa orang luar pulau Kalimantan mengenal buah ini dari beberapa konten kreator asal Kalimantan yang mengunggah video tengah berburu dan menyantap buah ini. Salah satunya Arlie, konten kreator yang menunjukkan tengah berburu buah rotan liar di hutan.

Saat ia dan ibunya mencoba mencicipi, mereka tertawa karena dari raut wajah saling terlihat tak tahan merasakan rasa masam buah rotan.

Buah rotan berasal dari beberapa spesies rotan, terutama yang termasuk genus Calamus. Bentuknya berkisar dari bulat hingga oval dan ditutupi kulit bersisik berwarna cokelat hingga kemerahan. Daging buahnya tampak putih sampai kekuningan dengan tekstur yang agak asam dan menyegarkan.

Rasa asam segar pada buah rotan membuatnya enak dimakan langsung maupun diolah menjadi beragam sajian. Di beberapa wilayah, buah ini sering dijadikan manisan, asinan, atau dicampurkan ke dalam es buah sebagai penambah kesegaran.

Buah ini diketahui adalah buah musiman yang hanya berbuah dua tahun sekali. Dagingnya agak mirip dengan kelengkeng dan duku, dengan ukuran buah yang lebih beragam.

Buah rotan ada yang kulitnya berwarna kemerahan dan kecoklatan. Dikutip dari buku Spesies Apakah Itu? oleh Mochamad Indrawan dkk, buah rotan punya kulit bersisik kasar seperti salak, dengan bentuk bulat sempurna atau agak lonjong.

Keunikan Rasa dan Cara Menyantapnya

Buah ini dikenal cukup wangi dan ada sedikit kuah buah yang rasanya manis. Cita rasa yang asam dan sedikit manis ini menjadi ciri khas dari Manau atau buah rotan.

Buah dengan rasa masam itu kemudian bisa disantap dengan cara ala rujak buah, atau istilahnya mencok. Caranya cukup dengan dicocol pada ulekan cabai dan garam.

Buah rotan juga bisa dimasukkan ke dalam sayuran. Adapun cara mengkonsumsi yang unik yakni dengan cara kulitnya dikupas lalu difermentasi satu malam, baru dimakan.

Buah ini tumbuh di hutan-hutan tropis Kalimantan, biasanya ditemukan di daerah yang memiliki iklim panas dan lembap, dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Di Kalimantan, buah rotan sering dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus, selai, atau campuran dalam berbagai hidangan tradisional. Selain itu, beberapa bagian dari tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional.

Sementara itu pada batang pohon rotan terutama rotan manau, banyak digunakan dalam industri furnitur untuk membuat berbagai produk seperti kursi, meja, sofa, hingga beragam kerajinan. Keunggulannya adalah sifat kayu yang kuat dan lentur sehingga pembuatan furnitur dan anyaman jadi lebih mudah.

Pohon buah rotan cukup tinggi, batangnya lurus tak terlalu besar, rantingnya banyak ditumbuhi duri. Pohon ini biasa ditemui di dalam hutan Kalimantan. Batang pohonnya memiliki warna hijau kekuningan yang biasa merambat di antara ranting pohon, dan memiliki jenis daun yang bervariasi.

Pohon rotan Manau memiliki ciri khas dengan batang berwarna hijau kekuningan dan diameter antara 2,5-4 cm. Batangnya tumbuh merambat di antara batang dan ranting pohon lain, dan tumbuh tunggal tanpa membentuk rumpun. Batang rotan Manau juga dilindungi oleh duri panjang, keras, dan tajam.

Pelepah dan tangkai buah ini diselimuti dengan duri yang sangat tajam, sehingga pohonnya memiliki bunga berbentuk untaian yang memanjang dan menggantung.

Tanaman ini tersebar di Indonesia, terutama wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pohonnya tumbuh di area hutan hujan, lahan gambut dan perbukitan dengan ketinggian 430-550 mdpl.

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads