Tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan *karhutla) di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menemukan seekor tenggiling dalam kondisi lemas. Satwa dilindungi itu ditemukan saat petugas menyisir titik panas di Desa Murutuwu pada Senin (19/10/2026) malam.
Tenggiling tersebut ditemukan sekitar pukul 23.11 WIB ketika tim melakukan pengecekan langsung atau ground checking terhadap titik panas yang terpantau. Meski kondisinya lemas, satwa itu masih hidup dan langsung diamankan petugas.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Timur, Kristi Adithama, mengatakan penemuan tersebut terjadi saat tim memastikan kondisi di lapangan. Di tengah pemeriksaan, petugas mendapati trenggiling yang membutuhkan pertolongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat melakukan ground checking di titik hotspot karhutla, tim menemukan seekor tenggiling dalam kondisi lemas, tetapi masih hidup," kata Kristi, Rabu (21/10/2026).
Temuan ini menambah perhatian terhadap dampak karhutla yang tidak hanya mengancam permukiman dan kawasan hutan, tetapi juga satwa liar yang hidup di dalamnya. Meski belum dipastikan penyebab kondisi lemas tersebut, penemuan itu terjadi saat kebakaran menjadi perhatian petugas di wilayah tersebut.
Tim kemudian mengamankan tenggiling agar tidak mengalami risiko lebih lanjut. Petugas juga segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk memastikan satwa tersebut mendapat penanganan yang sesuai.
Laporan dikirimkan melalui WhatsApp kepada BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah pada pukul 23.35 WIB, sekitar 24 menit setelah satwa ditemukan. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada petugas BKSDA wilayah Muara Teweh untuk ditindaklanjuti.
"Setelah kami amankan, temuan ini langsung dilaporkan kepada BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah dan diteruskan ke BKSDA Muara Teweh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan petugas rescue satwa yang dilindungi," ungkapnya.
Berdasarkan hasil koordinasi, trenggiling itu dijadwalkan diserahkan pada hari ini Rabu (21/10/2026) melalui mekanisme estafet kepada perwakilan BKSDA di Desa Kandui. Selanjutnya, satwa tersebut direncanakan dibawa ke fasilitas BKSDA Muara Teweh untuk menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan.
Pengecekan hotspot yang berujung pada penyelamatan satwa tersebut melibatkan TRC BPBD Damkar Barito Timur, Kodim 1012/Buntok, Perumdam Tirta Janang, PT WASCO, dan ORARI Lokal Barito Timur. Babinsa Desa Murutuwu, Serma Peterius Sihite, juga berada di lokasi saat tenggiling ditemukan.
Peterius mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan satwa liar yang dilindungi, terutama jika kondisinya lemas atau diduga terdampak karhutla. Warga diminta tidak menangkap atau memperlakukan satwa tersebut sembarangan agar tidak memperburuk kondisinya.
"Apabila masyarakat menemukan satwa liar yang dilindungi, terutama dalam kondisi lemas akibat dampak karhutla, segera laporkan kepada Posko Induk Gabungan Karhutla Barito Timur atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah," pesannya.
Tenggiling Sunda (Manis javanica) merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia dan berstatus kritis atau Critically Endangered dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Perburuan, perdagangan ilegal, serta kerusakan habitat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup spesies tersebut.
