Kalimantan Tengah

BKSDA Sampit Evakuasi 4 Orang Utan Selama 3 Bulan Karhutla

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 16 Okt 2026 14:30 WIB
Foto: Ilustrasi evakuasi orang utan (dok BKSDA Kalteng)
Kotawaringin Timur -

Dalam kurun Agustus hingga Oktober 2026, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit menyelamatkan empat individu orang utan yang ditemukan di kawasan terdampak kebakaran hutan. Empat orang utan tersebut ditemukan di tiga lokasi berbeda.

Dua individu di antaranya merupakan induk dan anak yang ditemukan di Jalan Sawit Raya. Sementara dua lainnya masing-masing ditemukan di wilayah Bagendang dan Kelurahan Baamang Hulu.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan penyelamatan dilakukan selama periode Agustus, September, hingga Oktober 2026, ketika karhutla melanda sejumlah wilayah di Kotim.

"Dari mulai Agustus, September, dan Oktober ini, Pos Sampit berhasil melakukan kegiatan penyelamatan empat individu orang utan," ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Muriansyah, seluruh orang utan tersebut ditemukan di areal bekas terbakar. Bahkan, salah satu lokasi penemuan masih mengalami kebakaran saat satwa dilindungi itu ditemukan.

"Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla terhadap kehidupan satwa liar. Kebakaran yang merusak habitat dapat membuat orang utan kehilangan tempat berlindung dan sumber pakan, sehingga berpotensi keluar dari kawasan hutan dan mendekati perkebunan maupun permukiman warga," katanya.

Kemunculan orang utan di sekitar aktivitas manusia juga meningkatkan risiko konflik antara satwa liar dan masyarakat. Karena itu, upaya penyelamatan dan pemantauan terus dilakukan BKSDA, terutama di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Muriansyah mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan orang utan di sekitar tempat tinggal maupun perkebunan. Warga juga diminta tidak menangkap atau melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut.

"Jika ada yang melihat orang utan bisa melapor kepada kami. Jangan sekali-kali mencoba menangkap mereka," tegasnya.

Di sisi lain, ancaman karhutla di Kotim masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Masa tanggap darurat karhutla kembali diperpanjang hingga 30 Oktober 2026 karena kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi dan kualitas udara belum membaik akibat kabut asap.

"Perpanjangan status tersebut membuat kewaspadaan terhadap dampak karhutla perlu terus ditingkatkan, tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari paparan asap, tetapi juga untuk menjaga keselamatan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Begini Kondisi Orang Utan Sempurna Sebelum Meninggal Akibat Karhutla"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork