Kebun Warga Kotim Jadi Tempat Orang Utan Cari Makan Setelah Karhutla

Kalimantan Tengah

Kebun Warga Kotim Jadi Tempat Orang Utan Cari Makan Setelah Karhutla

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 15 Okt 2026 13:02 WIB
Orang utan Ira diselamatkan usai terjebak di hutan bekas terbakar dan sulit cari makan.
Orang utan Ira diselamatkan usai terjebak di hutan bekas terbakar dan sulit cari makan. Foto: Dok. BKSDA Kalteng
Kotawaringin Timur -

Warga di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendapati adanya kerusakan pada tanaman di kebun mereka. Kerusakan ini menjadi petunjuk adanya orang utan yang masuk ke area permukiman, diduga karena kesulitan mencari makan di habitat asalnya yang sudah terbakar.

Warga setempat, Sabinus, mengatakan keberadaan orang utan sebenarnya sudah beberapa kali terindikasi di sekitar kebun. Meski jarang terlihat langsung, warga mendapati sejumlah tanaman, termasuk nanas dan kelapa, pernah dicabut atau dimakan satwa.

"Orang utan yang diselamatkan itu pertama kali diketahui teman saya Kamilus, sekitar pukul 08.00 WIB ketika memeriksa kebun. Saat berada di tengah kawasan hutan bekas terbakar, Kamilus melihat seekor orang utan berada di tanah," ujarnya, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan diketahui bahwa salah satu orang utan yang ditemukan itu merupakan individu bernama Ira. Ketika menyadari kehadiran manusia, Ira bergerak dan memanjat pohon. Kamilus kemudian menghubungi Sabinus untuk memberitahukan temuannya.

"Menyadari satwa itu merupakan jenis yang dilindungi, Saya kemudian memilih meminta bantuan petugas daripada mencoba menangkapnya sendiri," ujar Sabinus.

Sabinus kemudian menghubungi mantan camat untuk mendapatkan kontak petugas yang berwenang, sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut kepada BKSDA.

"Malam harinya tim dari Pangkalan Bun juga datang. Jadi, orang utan berhasil diamankan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada petugas yang mengamankan satwa ini," katanya.

Kondisi habitat yang terbakar diduga membuat satwa tersebut kesulitan mendapatkan makanan alami dan bergerak lebih jauh hingga memasuki kawasan kebun warga. Situasi tersebut dapat memicu konflik antara manusia dan satwa liar apabila tidak ditangani dengan tepat.

"Di satu sisi, warga ingin menjaga tanaman yang menjadi sumber penghidupan mereka. Di sisi lain, satwa yang kehilangan habitat tetap membutuhkan ruang hidup dan makanan untuk bertahan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seekor orang utan betina bernama Ira ditemukan bertahan di atas pohon setinggi sekitar 10 meter di tengah kawasan hutan bekas terbakar di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim penyelamat mengevakuasi satwa dilindungi itu ketika malam tiba.

Ira dievakuasi oleh Tim BKSDA Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) dari kawasan hutan bekas terbakar di Jalan Tjilik Riwut Km 9 jalur Sampit-Kota Besi pada Rabu (14/10/2026). Proses penyelamatan terkendala minimnya penerangan, medan yang tidak rata, ranting-ranting rimbun, serta tunggul kayu sisa kebakaran. Petugas harus ekstra hati-hati agar Ira tidak terluka saat diturunkan dari pohon.

"Saat ditemukan, Ira berada di atas pohon dengan ketinggian sekitar 10 meter. Rimbunnya ranting membuat petugas kesulitan mendapatkan posisi yang aman untuk melakukan pembiusan," ujar Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Kamis (15/10/2026).



(des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads