Geger 5 Bayi Orang Utan Ditemukan di India, Diduga Korban Perdagangan Satwa

Internasional

Geger 5 Bayi Orang Utan Ditemukan di India, Diduga Korban Perdagangan Satwa

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 09 Sep 2026 11:30 WIB
Lima bayi orang utan ditemukan di hutan India.
Lima bayi orang utan ditemukan di hutan India. Foto: Dok. Istimewa (The Hindu)
Samarinda -

Lima bayi orang utan tiba-tiba ditemukan di sebuah kawasan hutan di Odisha, India. Temuan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar karena orang utan bukan satwa asli India. Pemerintah setempat kini meminta Wildlife Crime Control Bureau (WCCB) menyelidiki dari mana kelima orang utan tersebut berasal dan bagaimana bisa mereka ditemukan di hutan Balasore.

Seperti yang dilaporkan The Wire, kelima orang utan tersebut ditemukan dan diselamatkan oleh tim patroli pada Selasa, 8 September 2026, di kawasan hutan Bichitrapur, distrik Balasore, Odisha. Penemuan primata asal Asia Tenggara ini menimbulkan dugaan bahwa mereka adalah korban perdagangan satwa liar.

Awal Mula Penemuan Lima Bayi Orangutan di India

Saat itu warga setempat melihat lima orang utan yang masih kecil berada di pepohonan di sekitar kawasan hutan dekat Desa Badapai, wilayah Bhograi, Balasore. Lokasinya merupakan kawasan hutan pesisir yang berada tidak jauh dari perbatasan India dengan Bengal Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah laporan menyebut warga sempat berkerumun setelah mengetahui keberadaan satwa yang tidak biasa ditemukan di India itu. Tim patroli Udayapur Forest Division lalu mendatangi lokasi dan mengamankan kelima orang utan itu ke Udayapur Forest Section Office untuk diperiksa dan dipantau.

Tim dokter hewan juga terlibat dalam pemantauan kondisi mereka. Menurut Regional Chief Conservator of Forests (RCCF) sekaligus Field Director of Similipal Tiger Reserve, Prakash Chand Gogineni, kelima orangutan tersebut umurnya masih muda. Namun usia dan jenis kelaminnya belum bisa dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Dugaan Perdagangan Satwa Liar

Orang utan merupakan primata yang secara alami hanya bisa ditemukan di kawasan tertentu di Indonesia dan Malaysia, terutama di Pulau Sumatra dan Borneo. Ada tiga spesies orang utan, yaitu orang utan Sumatra (Pongo abelii), orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), dan orang utan Kalimantan/Borneo (Pongo pygmaeus). Karena itulah kemunculan lima orang utan di hutan Odisha menjadi sangat tidak lazim.

Forest and Environment Minister Ganesh Ram Singhkhuntia, seperti yang dilansir dari The Hindu, mengatakan keberadaan orang utan tersebut sulit dijelaskan karena tidak punya habitat alami di India. Salah satu dugaan yang tengah diperiksa adalah kemungkinan kelima orang utan dibawa ke India melalui jaringan perdagangan satwa liar internasional, kemudian ditinggalkan di kawasan hutan Balasore.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Odisha juga menyebut harga seekor orang utan dapat mencapai sekitar 20-25 lakh rupee, atau sekitar Rp400-500 juta. Jika dugaan perdagangan terbukti, kasus ini akan menjadi lebih serius karena perdagangan orang utan termasuk dalam tindak perdagangan ilegal.

Setelah diselamatkan dan dipantau kondisinya, kelima orang utan tersebut akan dibawa ke Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, pemerintan Odisha masih terus menyelidiki bagaimana kelima orangutan tersebut bisa sampai di Balasore.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads