4 Macam Bajakah dari Kalimantan: Ciri Khas dan Ragam Khasiatnya

4 Macam Bajakah dari Kalimantan: Ciri Khas dan Ragam Khasiatnya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 11 Jul 2026 12:47 WIB
Bajakah yang telah dipotong dan akan dimanfaatkan
Bajakah yang telah dipotong dan akan dimanfaatkan. Foto: Istimewa (dok Media Center Kota Palangka Raya)
Palangka Raya -

Sejak tahun 2019, kayu bajakah mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di dunia kesehatan herbal. Namun, tahukah detikers bahwa kayu bajakah ini ada banyak jenisnya.

Bajakah sebenarnya bukanlah nama satu spesies tanaman spesifik. Kata 'bajakah' ini merujuk pada tumbuhan merambat berkayu (liana) yang hidup membelit pohon inang di hutan.

Faktanya, ada ratusan jenis bajakah di hutan Kalimantan. Dari sekian banyak jenis tersebut, ada empat varietas utama yang sering diteliti karena khasiat medisnya yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macam-macam Kayu Bajakah

Mari kenali empat jenis bajakah yang paling populer tersebut, berikut dengan ciri-ciri dan kegunaannya.

1. Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis)

Bajakah jenis ini adalah salah satu yang paling populer dan banyak dicari. Ia merupakan jenis liana raksasa yang bisa tumbuh memanjat pohon inang hingga ketinggian 50 meter.

Batang bajakah ini sangat besar dan kokoh. Jika dipotong, batangnya akan meneteskan air bening dalam jumlah melimpah yang rasanya tawar dan menyegarkan.

Air tersebut sering diminum langsung oleh masyarakat pedalaman untuk bertahan hidup. Kulit batangnya berserat namun mudah dikelupas.

Bajakah tampala diyakini ampuh untuk mempercepat penyembuhan luka terbuka dan menghentikan pendarahan. Selain itu, ekstraknya memiliki sifat antibakteri yang kuat (terutama terhadap bakteri Staphylococcus aureus) dan kaya akan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas, serta disebut-sebut berpotensi sebagai obat kanker.

2. Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir)

Berbeda dari bajakah tampala yang berasal dari famili Fabaceae (suku polong-polongan), Bajakah kalalawit berasal dari keluarga Rubiaceae (tumbuhan kopi-kopian dan mengkudu). Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dan bisa ditemukan baik di hutan liar maupun dibudidayakan.

Ciri paling unik dari kalalawit adalah adanya duri melengkung yang tajam (kait/kalalawit) pada ruas batangnya. Duri ini membantunya mencengkeram pohon inang. Air ekstrak dari bajakah kalalawit terasa pahit, karena kandungan katekin yang sangat tinggi.

Kalalawit dikenal sebagai agen anti-penuaan (anti-aging) yang hebat, dan berpotensi dapat menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengandung antikanker yang paling kuat di antara jenis bajakah lainnya.

3. Bajakah Longkur (Spatholobus ferrugineus)

Bajakah longkur atau bajakah merah masih bersaudara dekat dengan bajakah tampala yang sama-sama berada pada keluarga Fabaceae. Namun longkur memiliki karakteristik visual yang sangat berbeda.

Batangnya mampu memanjat pohon dari ketinggian 10-50 meter dengan diameter batang antara 3 sampai 15 cm. Tumbuhan ini memiliki ciri fisik berupa batang bulat, bergelombang tidak beraturan, dan berwarna cokelat kehitaman dengan tangkai daun berambut cokelat.

Salah satu karakteristik paling khas dari bajakah merah adalah batangnya yang menghasilkan getah berwarna merah menyerupai darah, serta menyimpan air yang terasa kelat.

Habitat asli bajakah merah umumnya berada di area perbukitan mendatar, semak-semak liar, jurang, maupun hutan sekunder dengan tajuk yang dapat tertembus cahaya matahari. Spesies ini biasanya tumbuh menjalar di atas tanah atau menumpang hidup di bawah pohon lain, dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat herbal tradisional.

4. Bajakah Jari Lima (Schefflera petiolosa)

Jenis bajakah ini mematahkan anggapan bahwa semua bajakah itu sama bentuknya. Bajakah jari lima justru masih berkerabat dekat dengan keluarga Araliaceae (tanaman ginseng).

Namanya diambil dari bentuk daunnya yang sangat khas. Daun tanaman ini menjari seperti telapak tangan, dengan 5 hingga 7 anak daun yang memancar dari satu titik tangkai.

Berkat kandungan senyawa saponin yang mirip dengan ginseng, bajakah ini berfungsi baik sebagai imunomodulator (meningkatkan daya tahan tubuh). Meskipun daya bunuh sel kankernya tidak seagresif kalalawit, tanaman ini cocok digunakan pemulihan stamina pasien.

Mana yang Ampuh Sebagai Anti-Kanker?

Dalam Jurnal Saintek Volume 26, Nomor 2, 2021, diteliti terkait efek sitotoksik pada keempat bajakah di atas terhadap sel kanker payudara. Disimpulkan bahwa keempat ekstrak akar bajakah tersebut positif mengandung zat aktif antikanker payudara.

Namun kekuatan membunuh sel kankernya berbeda-beda. Bajakah kalalawit menunjukkan potensi paling menjanjikan sebagai antikanker karena membutuhkan konsentrasi ekstrak paling sedikit untuk bisa menghambat 50% pertumbuhan sel kanker payudara T47D.

Catatan untuk Kelestarian Alam

Meski kaya khasiat, ada miskonsepsi besar di masyarakat mengenai cara panennya. Meski sering disebut 'akar bajakah', bagian yang digunakan sebagai obat sebenarnya adalah batang merambatnya, bukan akar yang tertanam di tanah.

Mencabut tanaman bajakah hingga ke akar-akarnya akan membunuh tanaman secara permanen dan merusak ekosistem hutan gambut. Panenlah secara bijak dengan memotong batangnya secukupnya agar tunas baru dapat tumbuh kembali.

Sumber:

  • Artikel Fenomena Kayu Bajakah Dalam Kajian Hukum Perlindungan Konsumen dan Hukum Islam oleh Ayu Fitriani dari Fakultas Syariah, IAIN Palangka Raya.
  • Artikel Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb) Sebagai Anti Hipertensi Pada Mencit (Mus musculus) Jantan oleh Ni Putu Leony Ratna Devi, dkk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng.
  • Artikel Skrining Fitokimia Ekstrak Kombinasi Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) oleh Andhika Putri dan Ni Putu Tantri dari Poltekkes Kemenkes Denpasar.
  • Artikel Inventarisasi Tumbuhan Bajakah di Dusun Sadok Kabupaten Landak oleh Alevin Wahyudi, dkk dalam Jurnal Konservasi Hayati Vol. 19 No. 1, April 2023 dari Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat.
  • Artikel Efek Sitotoksik Beberapa Akar Bajakah Kalimantan Terhadap Sel Kanker Payudara T47D dalam Jurnal Saintek Volume 26, Nomor 2, 2021oleh Risa Umari Yuli Aliviyanti, dkk dari Universitas Gadjah Mada.
Halaman 2 dari 2
(bai/sun)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads