Kemunculan kawanan paus Orca di perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi fenomena unik yang jarang dijumpai. Namun beberapa wilayah di Indonesia memang menjadi perlintasan orca yang bergerak dari utara ke bumi selatan dalam waktu-waktu tertentu.
Hal itu diungkapkan oleh Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman sekaligus peneliti, Muchlis Efendi. Ia mengatakan salah satu perlintasan paus orca adalah laut Sulawesi hingga Selat Makassar.
"Memang salah satu perlintasannya di laut Sulawesi dan biasa nanti tembus ke Selat Makassar, nanti turunnya ke bawah sampai ke Tenggara, atau sebaliknya," ujarnya kepada detikKalimantan, Kamis (26/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan mamalia puncak ini juga tak lama berada di satu tempat. Tujuan Orca biasanya menuju ke selatan. Beberapa perjalanan kawanan orca ini pernah terekam di wilayah lain, seperti di Gorontalo dan Selayar.
"Biasanya mereka satu sampai dua minggu dalam satu tempat perjalanan, saat di tempat itu apa yang dilihat itu yang dimakan. Tujuannya kan ke bumi selatan, karena memang di sana ada banyak penguin dan ikan lain yang bisa dimakan," jelasnya.
"Biasanya mereka ini satu keluarga, dan memang pernah te-report di beberapa tempat, tahun lalu di perairan Selayar dan Malaka," lanjutnya.
Hingga saat ini belum ada penelitian pasti kapan waktu pergerakan paus orca di Indonesia. Muchlis mengingatkan kepada nelayan di Maratua agar lebih berhati-hati dan segera menjauh jika bertemu paus orca.
"Biasanya bergerak di awal-awal tahun, seperti sebelumnya. Jangan percaya film, yang menyatakan di Orca tuh memang hewan cerdas bisa dilatih oleh manusia. Sementara aslinya habitatnya di alam liar. Hewan ini adalah puncak predator. Jadi, sedapat mungkin ya batasi lah jarak interaksi dengan mereka," pungkasnya.
(des/des)
