Penampakan Hiu Emas yang Ditemukan Nelayan di Laut Kosta Rika

Internasional

Penampakan Hiu Emas yang Ditemukan Nelayan di Laut Kosta Rika

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikKalimantan
Senin, 16 Feb 2026 16:30 WIB
Hiu perawat berwarna emas yang langka ditemukan di Kosta Rika pada 2024
Hiu perawat berwarna emas yang langka ditemukan di Kosta Rika pada 2024. Foto: Parismina Domus Day/Facebook
Balikpapan -

Seekor hiu perawat (Ginglymostoma cirratum) ditemukan punya kulit berwarna emas pada Agustus 2024 lalu. Padahal hiu perawat umumnya memiliki warna kecokelatan atau sedikit bercampur warna kuning.

Hiu emas tersebut ditemukan di kedalaman 37 meter pantai Kosta Rika oleh seorang nelayan bernama Juan Pablo. Tubuhnya yang berwarna emas atau oranye terang mencolok membuat sang nelayan mengabadikan ke media sosial.

Dikutip detikEdu dari Live Science, para ahli biologi kelautan yang dipimpin Marioxis MacΓ­as-Cuyare dari Federal University of Rio Grande, Brasil, kemudian menghubungi para pemancing untuk meneliti hiu tersebut. Hasilnya, ditemukan bahwa mengalami kejadian langka yakni kekurangan pigmentasi gelap dan kebelihan pigmentasi kuning.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ilmuwan kondisi tersebut dikenal dengan albino-xanthochromism. Meski berbeda, peneliti menilai hal itu tidak menghambat kelangsungan hidup si hiu emas.

Menurut ilmuwan, kondisi yang dialami hiu emas juga bisa terjadi pada hewan lain. Misalnya kasus sangat langka yang terjadi pada burung.

"Hiu tersebut menunjukkan warna kuning hingga oranye yang intens dan seragam serta mata putih, tanpa iris yang terlihat," tulis mereka dalam laporan mereka, yang diterbitkan pada Agustus 2025.

Pada hewan laut, sebetulnya kasus albino-xanthochromisme sangat jarang. Terakhir, ada seekor ikan pari berbintik (Epinephelus drummondhayi) yang ditangkap di lepas pantai Carolina Utara didiagnosis mengidap albino-xanthochromisme pada 1978. Kemudian pada 2018, ada ikan pari berbintik albino-xanthochromik (Raja montagui) dari Laut Irlandia.

Peneliti menjelaskan bahwa pewarnaan abnormal biasanya merupakan mutasi genetik, dan mengingat betapa tidak ramahnya lautan bagi eksplorasi manusia, bentuk khusus ini mungkin jauh lebih umum daripada yang ditunjukkan oleh beberapa penampakan yang tersebar.

Namun untuk hiu emas tersebut yang pertama kali ditemukan mengidap albinisme dan xantisme secara bersamaan. Maka itu, para peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads