Mengenal Burung Bondol Kalimantan, Si Kecil Gelap Nan Merdu

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Minggu, 23 Nov 2025 08:00 WIB
Burung bondol kalimantan.Foto: You-Sheng Lin/eBird
Balikpapan -

Burung bondol kalimantan merupakan burung kecil yang hanya ditemukan di Borneo. Burung kecil pemakan biji-bijian ini masih satu keluarga dengan burung pipit di berbagai daerah, seperti bondol jawa maupun bondol papua.

Status konservasi burung ini masih tergolong Least Concern menurut IUCN alias dalam kondisi stabil. Namun keberadaan spesies ini tetap perlu dijaga sebagai bagian dari kekayaan fauna Indonesia.

Simak artikel ini untuk lebih mengenal burung bondol kalimantan, mulai dari klasifikasi, habitat, ciri-ciri fisik, hingga kebiasaannya, dirangkum dari penelitian berjudul Variasi Ciri Morfometrik Burung Bondol (Genus Lonchura) di Indonesia oleh Evelin Roslinawati dkk dan situs iNaturalist.

Klasifikasi Burung Bondol Kalimantan

Burung bondol atau pipit secara umum berada di genus Lonchura. Dari 21 spesies Lonchura di dunia, 9 di antaranya ditemukan di Indonesia. Salah satunya adalah bondol kalimantan (Lonchura fuscans).

Burung bondol kalimantan memiliki nama lain yang secara internasional disebut dusky munia, dusky mannikin, atau bornean munia. Spesies ini bersifat monotipik, artinya tidak memiliki subspesies. Berikut klasifikasinya:

  • Kelas: Aves
  • Ordo: Passeriformes
  • Famili: Estrildidae
  • Genus: Lonchura
  • Spesies: Lonchura fuscans.

Distribusi dan Habitat

Burung bondol kalimantan merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan secara alami di Pulau Borneo, mencakup wilayah Kalimantan, Malaysia, dan Brunei. Meski demikian, spesies ini ditemukan juga di pulau lain seperti Natuna, Banggi, Cagayan, dan Kepulauan Sulu.

Habitat alaminya sangat beragam, mulai dari semak belukar dataran rendah tropis, hutan sekunder, padang rumput, hingga kawasan pertanian seperti persawahan. Burung ini juga sering dijumpai di tepi sungai, lahan budidaya, serta area dengan vegetasi terbuka.

Rentang ketinggian tempat hidupnya relatif rendah, dari permukaan laut hingga sekitar 500 meter. Tidak seperti banyak burung lain yang bermigrasi mengikuti musim, bondol kalimantan menetap di habitatnya sepanjang tahun.

Hambatan geografis antarpulau menyebabkan burung ini berkembang dengan ciri morfometrik dan warna bulu yang berbeda dari kerabat dekatnya di Jawa maupun Papua.




(bai/sun)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork