9 Jenis Durian yang Tersebar di Kalimantan, Pernah Coba yang Mana?

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Sabtu, 22 Nov 2025 11:09 WIB
Foto: detikFood/Devi S. Lestari
Balikpapan -

Durian tengah hangat jadi pembicaraan sebab buah ini dianggap telah melekat sebagai bagian dari identitas nasional Malaysia. Belum lama ini, Asosiasi Produsen Durian (DMA) Malaysia mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menetapkan durian sebagai buah nasional.

Sebagai lembaga yang menjadi penghubung antara pemerintah dan para produsen durian, DMA secara resmi telah meminta Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan agar memberikan pengakuan yang layak bagi durian sebagai buah nasional. DMA juga mengusulkan penetapan tanggal 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional, sekaligus tanggal puncak musim durian pada umumnya.

Usulan belum ditetapkan secara resmi, namun menuai beragam pendapat. Salah satunya pada pemerintahan Indonesia ada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Ia menegaskan Indonesia memiliki dasar yang jauh lebih kuat untuk mengklaim durian sebagai buah nasional.

"Indonesia memproduksi hampir 2 juta ton durian pada 2024 menurut BPS. Angka ini jauh di atas Malaysia. Dengan fakta ini, saya kira Durian adalah Buah Nasional Indonesia," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis.

Di lain sisi, beberapa literatur mencatat buah durian berasal dari tanah Borneo. Pada buku Tropical Forests and Their Crops oleh Nigel JH Smith, JT Williams, Donald L Plucknett, Jennifer P Talbot menegaskan bahwa durian diduga berasal dari tanah Borneo.

"Kalimantan kemungkinan besar merupakan asal durian karena banyaknya spesies Durio yang tumbuh di sana," tulis Nigel dkk dalam bahasa Inggris.

Jenis Durian yang Tersebar di Kalimantan

Di Malaysia, durian memang sangat mudah dijumpai. Beragam varietas durian Malaysia cukup terkenal, bahkan banyak wisatawan yang datang khusus untuk mencicipi durian dari Negeri Jiran tersebut.

Namun, buah durian yang tersebar di Kalimantan tak kalah banyak, baik itu buah durian lokal maupun dari Malaysia. Buah lokal Malaysia ada juga di Kalimantan, mengingat negara tersebut berbatasan dengan tiga provinsinya. Apa saja jenisnya?

Berikut informasinya dirangkum dari laman topfruits.com.my, buku Menggapai Laba dari Budidaya Durian; Tanaman Banyak Manfaat karya M Jawal Anwarudin Syah, dan arsip catatan detikcom:

1. Durian Musang King

Durian Musang King Foto: cc / duriandeliverysg.sg

Kalau menyebut jenis durian musang king, mungkin kita akan teringat dengan kartun animasi Upin dan Ipin. Buah ini memang dikenal berasal dari Negeri Jiran, Malaysia.

Durian musang king adalah salah satu varietas durian yang populer di Asia Tenggara. Daging buahnya dikenal tebal, lembut, dan memiliki rasa manis yang khas.

Laman Specialty Produce menuliskan bahwa nama 'Musang King' berasal dari wilayah asalnya, yaitu Gua Musang di Kelantan, Malaysia. Keunggulan musang king terletak pada warna daging buahnya yang kuning keemasan, tekstur yang lembut seperti mentega, serta aroma yang kuat namun tidak terlalu menyengat dibandingkan dengan durian lainnya.

Saat ini durian musang king dianggap sebagai varietas durian Malaysia yang paling terkenal dan ditanam di seluruh Malaysia untuk penjualan lokal dan internasional. Buah-buahan juga ditanam dalam skala kecil di wilayah lain di Asia Tenggara, termasuk Kalimantan di Indonesia, lalu negara Filipina, untuk penggunaan domestik.

2. Durian Layung atau Lahung

Durian lahung. Foto: tangkapan layar buku Menggapai Laba dari Budidaya Durian ; Tanaman Banyak Manfaat oleh M Jawal Anwarudin Syah

Memang di pedalaman Kalimantan ada puluhan jenis buah durian dengan nama dan karakteristik yang berbeda-beda. Kalimantan juga punya durian yang daging buahnya punya rasa yang enak manis.

Ialah durian layung (Durio dulcis becc.) atau ada juga yang menyebutnya lahong, durian endemik hutak Kalimantan. Dikutip dari laman Antara, durian layung termasuk durian asli Kalimantan yang konon sudah mulai langka.

Buah lahung mirip buah durian, bedanya terletak pada kulit dan duri yang dimiliki buah lahung berwarna merah kehitaman dan berbau tajam, durinya juga lebih tajam dan lancip.

Daging durian layung berwarna putih sampai kuning. Durian jenis ini punya kulit berwarna merah kehitaman. Daging buahnya tebal, teksturnya sangat lembek, halus dan berlemak. Jika belum matang rasanya hambar, setelah matang akan terasa lebih enak dan manis.

Panennya terbilang jarang, pun dari segi rasa mungkin tak bisa dibandingkan dengan karakter daging durian Musang King. Habitat asli durian lahung ada di kawasan hutan pedalaman yang memiliki tanah liat berpasir dengan ketinggian tempat 20-800 mdpl. Jika ditanam di tempat yang lebih tinggi, pohon lahung dapat mengalami penurunan kualitas.

3. Durian Karatongan atau Karantungan

Durian karantongan. Foto: tangkapan layar buku Menggapai Laba dari Budidaya Durian ; Tanaman Banyak Manfaat oleh M Jawal Anwarudin Syah

Adapun jenis lain yakni durian Karatongan (Durio oxleyanus). Jenis durian ini memiliki duri panjang dan tajam. Durian Karantungan di Kalimantan buahnya kecil, satu buahnya hanya berisi 2-5 daging saja.

Tapi daging buahnya cukup banyak, tebal, dan warnanya kuning. Buah durian jenis ini konon punya sensasi aroma herbal atau rumput.

Buah kerantungan bentuknya bulat seperti bola dengan diameter sekitar 10-15 cm, durinya panjang-panjang sekitar 3-4 cm, warna kulit buahnya selalu hijau dan tidak pernah kuning.

Buah yang masak dan jatuh ke tanah, baru akan merekah setelah beberapa lama. Buahnya tidak berbau dan mengandung alkohol yang cukup tinggi, daging buahnya berwarna kuning mentega dengan rasa manis legit.

Pohon kerantungan merupakan tumbuhan dataran rendah hutan primer, banyak tumbuh dekat sungai-sungai, dan penyebarannya mulai dari Semenanjung Malaysia, Sumatera, hingga Kalimantan. Saat ini keberadaan pohon-pohon kerantungan di Indonesia sudah jarang sekali dijumpai di dalam hutan Kalimantan.

Penduduk cenderung untuk menebang pohonnya sekaligus, hanya sekedar untuk mengambil dan memanen buahnya saja. Sebenarnya pohon kerantungan ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dibudidayakan, dikembangkan, dan dikawin silangkan di Indonesia.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork