Propam Periksa Kompol AS Terkait Hubungan dengan Wanita hingga Hamil

Kalimantan Timur

Propam Periksa Kompol AS Terkait Hubungan dengan Wanita hingga Hamil

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Jumat, 21 Agu 2026 12:58 WIB
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menarik Kompol AS ke Mapolda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan hubungannya dengan seorang wanita sipil yang dikabarkan hamil. AS merupakan Kepala Satuan (Kasat) yang bertugas di Polresta Samarinda yang saat ini diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltim lantaran dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi mengatakan pemeriksaan terhadap Kompol AS dilakukan secara intensif. Salah satu dugaan pelanggaran yang didalami yakni terkait kunjungan ke tempat hiburan malam (THM) yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.

"Yang bersangkutan telah ditarik ke Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri, khususnya karena mengunjungi tempat hiburan malam yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan," kata Tedy, Jumat (21/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses pemeriksaan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami fakta terkait perkara tersebut. Salah satunya mengenai seorang wanita yang sebelumnya ramai diberitakan diduga memiliki hubungan dengan Kompol AS.

Tedy mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, wanita tersebut diketahui bekerja sebagai Lady Companion (LC) di salah satu tempat hiburan malam. Selain itu, wanita tersebut juga diduga menawarkan layanan prostitusi secara daring atau open booking (Open BO). Sejumlah pengunjung tempat hiburan malam disebut pernah menjadi pelanggannya, termasuk Kompol AS.

"Berdasarkan keterangan saksi, setiap selesai transaksi, pelanggan memberikan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara kedua belah pihak. Namun, seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman pemeriksaan," ujarnya.

Di sisi lain, wanita tersebut diketahui tengah menjalani rehabilitasi setelah sebelumnya diamankan dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

Wanita itu diamankan di bandara pada Juli 2026 karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Hasil pemeriksaan urine juga menunjukkan yang bersangkutan positif mengandung narkotika. Saat diamankan, wanita tersebut diketahui sedang dalam kondisi hamil.

Tedy menegaskan proses pemeriksaan terhadap Kompol AS masih berlangsung. Polda Kaltim memastikan penanganan dugaan pelanggaran kode etik dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi dan bersama-sama menunggu hasil resmi dari seluruh rangkaian proses yang sedang berjalan, baik penyelidikan, penyidikan maupun pemeriksaan kode etik," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, oknum perwira tersebut diduga memiliki hubungan dengan seorang perempuan sipil hingga muncul dugaan bahwa yang bersangkutan telah menghamili perempuan tersebut. Kasus itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Tedy Sopandi membenarkan bahwa persoalan tersebut saat ini sedang ditangani oleh Bid Propam Polda Kaltim.

"Ya, itu ditangani oleh Bid Propam di Polda," ungkapnya diwawancarai usai kegiatan di GOR Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Kamis (13/8/2026).

Terkait status oknum perwira tersebut, Tedy mengatakan yang bersangkutan masih menjalankan tugas kedinasan seperti biasa, Meski tengah mendapatkan sorotan publik.

"Masih menjalankan kedinasan seperti biasa," katanya.

Menurut informasi yang diterima kepolisian, perwira dan perempuan itu telah saling mengenal sejak sekitar tiga tahun lalu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir disebut sempat terjadi kerenggangan hubungan di antara keduanya.

"Perkenalannya tiga tahun yang lalu, namun beberapa tahun ke depan ini ada terjadi kerenggangan," ungkap Tedy.

Sementara terkait dugaan kehamilan, Tedy menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena belum ada pemeriksaan medis yang menguatkannya.

"Belum ada pemeriksaan medis karena pengakuan seperti itu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Oknum Polisi di Jambi Bunuh Dosen Wanita, Diduga Karena Asmara"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads