Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Kalimantan Timur

Kasat Polresta Samarinda Diduga Hamili Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 13 Agu 2026 19:49 WIB
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Tedy Sopandi.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Tedy Sopandi. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Samarinda -

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mendalami dugaan seorang perwira polisi yang dikabarkan menghamili seorang perempuan. Oknum polisi tersebut menjabat Kepala Satuan (Kasat) di lingkungan Polresta Samarinda.

Oknum perwira tersebut diduga memiliki hubungan dengan seorang perempuan sipil hingga muncul dugaan bahwa yang bersangkutan telah menghamili perempuan tersebut. Kasus itu sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Tedy Sopandi membenarkan bahwa persoalan tersebut saat ini sedang ditangani oleh Bid Propam Polda Kaltim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, itu ditangani oleh Bid Propam di Polda," ungkapnya diwawancarai usai kegiatan di GOR Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan Propam berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri. Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih dalam tahap pendalaman dan belum memasuki persidangan kode etik.

"Untuk proses di Bid Propam itu masalah pelanggaran kode etik. Sampai saat ini masih pendalaman daripada kasusnya," jelasnya.

Terkait status oknum perwira tersebut, Tedy mengatakan yang bersangkutan masih menjalankan tugas kedinasan seperti biasa, Meski tengah mendapatkan sorotan publik.

"Masih menjalankan kedinasan seperti biasa," katanya.

Ia membenarkan bahwa perempuan yang disebut dalam perkara tersebut merupakan warga sipil, meski begitu kondisi psikologis yang bersangkutan menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Menurut informasi yang diterima kepolisian, perwira tersebut dan perempuan itu telah saling mengenal sejak sekitar tiga tahun lalu. Namun, dalam beberapa tahun terakhir disebut sempat terjadi kerenggangan hubungan di antara keduanya.

"Perkenalannya tiga tahun yang lalu, namun beberapa tahun ke depan ini ada terjadi kerenggangan," ungkap Tedy.

Sementara terkait dugaan kehamilan, Tedy menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena belum ada pemeriksaan medis yang menguatkannya.

"Belum ada pemeriksaan medis karena pengakuan seperti itu," pungkasnya.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads