Eks Istri Ungkap Tabiat Bandar Narkoba Pembunuh Polisi Katingan

Kalimantan Tengah

Eks Istri Ungkap Tabiat Bandar Narkoba Pembunuh Polisi Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 16 Jul 2026 19:50 WIB
Tiga bandar narkoba di Katingan yang menewaskan 3 anggota Polri diserahkan oleh penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ke Polda Kalteng, pada Kamis (16/7/2026).
Tiga bandar narkoba di Katingan yang menewaskan 3 anggota Polri diserahkan oleh penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ke Polda Kalteng, pada Kamis (16/7/2026). Foto: dok. Istimewa
Palangka Raya -

Bio, salah satu tersangka utama dalam kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota Polri di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan tiba di Palangka Raya. Dalam momen kedatangan ini, seorang perempuan bernama Intan (30) tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai mantan istri Bio.

Perempuan tersebut mengaku datang setelah mengetahui mantan suaminya dipulangkan dari Jakarta ke Palangka Raya untuk menjalani proses hukum lanjutan. Meski hubungan rumah tangga mereka telah lama berakhir, Intan mengaku tetap merasa iba melihat Bio kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam perkara yang menjadi perhatian nasional.

Di hadapan awak media, Intan mengungkapkan bahwa selama mereka masih hidup bersama, Bio dikenal memiliki sifat yang mudah tersulut emosi. Menurutnya, pertengkaran kerap terjadi hingga membuat rumah tangga mereka tidak harmonis dan akhirnya berujung pada perpisahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasihan. Karakternya temperamen. Saya tidak tahu pekerjaannya karena dia tidak ingin saya tahu. Kami sering cekcok, saya juga sering pulang ke Palangka," ujar Intan menggunakan bahasa Banjar, Kamis (16/7/2026).

Ia juga mengaku tidak pernah mengetahui secara pasti pekerjaan maupun aktivitas yang dijalani Bio selama mereka menikah. Menurutnya, Bio selalu menutup rapat urusan pekerjaannya dan tidak pernah menjelaskan dari mana sumber penghasilannya. "Saya tidak tahu dia kerja apa," ungkapnya.

Ia juga berapi-api meluapkan emosinya karena Bio memilih wanita lain. Bahkan dia mengaku pernah menjadi korban kekerasan.

"Ada binian tulus, bego (memilih yang lain). Hidungku patah ikam siksa," tegasnya, sambil menahan tangis.

Sementara itu, Bio bersama dua tersangka lainnya, Ramblan alias Busu dan Perie, tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut pada Kamis siang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Setibanya di Palangka Raya, ketiganya langsung digiring menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalteng.

Ketiga tersangka sebelumnya ditangkap tim gabungan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polresta Samarinda di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.45 Wita. Setelah menjalani penanganan awal di Jakarta, penanganan perkara kemudian dilimpahkan kepada Polda Kalimantan Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads