Kepala Desa Tumbang Kalemei, Herihandy, angkat bicara terkait stigma sarang narkoba yang kini dikaitkan dengan wilayahnya pascabentrokan polisi vs bandar narkoba Katingan, Kalimantan Tengah. Dia meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kasus ini ke warganya.
Seperti diketahui, bentrokan tragis itu terjadi di wilayahnya pada 2 Juli 2026. Kejadian itu menewaskan satu warga sipil dan 3 anggota kepolisian.
Herihandy menegaskan bahwa peristiwa itu dilakukan oleh individu maupun kelompok tertentu yang diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk memberi stigma negatif kepada seluruh masyarakat Desa Tumbang Kalemei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama pribadi, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh warga Desa Tumbang Kalemei, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Herihandy, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, berbagai narasi yang beredar di media sosial telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat desa. Ia mengaku prihatin karena muncul anggapan seolah-olah seluruh warga ikut terlibat dalam peristiwa tersebut, padahal kenyataannya hanya dilakukan oleh segelintir oknum.
"Kami sangat kecewa dengan pemberitaan maupun informasi yang menyebut seluruh warga desa terlibat. Itu tidak benar. Stigma tersebut sangat menyakitkan dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat kami, terutama kondisi mental serta psikologis anak-anak yang kini ikut merasakan beban akibat cap negatif tersebut," tegasnya.
Herihandy berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah menyimpulkan bahwa satu desa memiliki keterlibatan atas tindakan sejumlah pelaku. Ia meminta pemberitaan disampaikan secara proporsional agar tidak merugikan warga yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kasus tersebut.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Tumbang Kalemei menyatakan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Pemerintah desa berharap seluruh pelaku yang benar-benar terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku sehingga memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.
"Kami mendukung sepenuhnya langkah Polri dalam memberantas peredaran narkotika. Desa Tumbang Kalemei menyatakan perang terhadap narkoba dan tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut. Kami hanya berharap penegakan hukum dilakukan kepada pelaku yang benar-benar bersalah, bukan dengan memberi stigma kepada seluruh masyarakat desa," katanya.
Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Desa Tumbang Kalemei berharap kesimpangsiuran informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dihentikan. Mereka juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba tanpa mengorbankan nama baik masyarakat yang tidak terlibat dalam tindak kejahatan tersebut.
