Seorang pria berinisial R (49) beraksi layaknya 'Spider-Man' dengan memanjat tiang jaringan listrik setinggi 12 hingga 13 meter di depan Komplek Global Town House 2, Jalan Purnama II, Kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, Kamis (9/7/2026).
Nahas, aksi nekat tanpa pengaman itu berujung petaka. Bukannya sukses bergelayut atau turun dengan mulus, dia justru tersengat arus listrik bertegangan tinggi.
Korban sempat bergelantungan dan tersangkut di atas tiang. Beruntung R berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan dapat dilarikan ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mondar-mandir dan Abaikan Peringatan
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB itu mengundang perhatian dan kepanikan warga sekitar. Salah seorang saksi mata, Aldiansyah, mengaku sempat melihat korban mondar-mandir di lokasi kejadian sebelum akhirnya memanjat tiang listrik tersebut.
"Saya lihat dia jalan-jalan di sekitar situ. Waktu itu saya lagi makan. Pas saya lihat lagi, dia sudah manjat tiang listrik," kata Aldiansyah.
Melihat korban memanjat tiang, Aldiansyah mengaku langsung berteriak memperingatkan bahwa jaringan tersebut masih bertegangan listrik.
"Saya teriak, 'Bang, itu kabel aktif!' Tidak lama kemudian dia langsung kesetrum," ujarnya.
Korban kemudian terlihat meminta tolong dari atas tiang karena tersangkut dan tidak bisa turun. Aldiansyah yang panik langsung memanggil warga lain untuk meminta bantuan.
"Saat saya lihat dia sudah minta tolong, saya langsung panggil teman-teman," katanya. Warga yang berkerumun hanya dapat menyaksikan dari bawah sambil menunggu bantuan ahli datang untuk memutus aliran listrik.
Evakuasi Dramatis dan Teriakan 'Jerak'
Tim Leader K3L dan KAM ULP Pontianak Kota, Ahmad Chairul mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya orang tersengat listrik di atas tiang jaringan sekitar pukul 10.50 WIB.
"Setelah kami cek ke lokasi, memang benar ada seorang pria yang tersengat listrik di atas tiang," kata Ahmad.
Guna memastikan proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman, PLN langsung memadamkan aliran listrik sesuai dengan prosedur keselamatan.
"Kami langsung memadamkan aliran listrik sesuai SOP. Setelah dipastikan sudah tidak bertegangan, tim PLN bersama Basarnas melakukan evakuasi terhadap korban," ujarnya.
Proses evakuasi yang menegangkan itu melibatkan personel gabungan dari petugas PLN, Basarnas, Damkar, PMI, relawan ambulans, dan kepolisian. Korban akhirnya baru berhasil diturunkan dari ketinggian sekitar pukul 11.45 WIB.
"Tadi saat dievakuasi korban masih sadar. Dia mengalami luka bakar di tangan dan kaki," katanya.
Saat proses penyelamatan berlangsung, korban yang kesakitan sempat berteriak menyesali perbuatannya. "Jerak (kapok) saya bang, jerak (kapok)," ucap Ahmad menirukan perkataan korban.
Ditemukan Tang, Diduga Salah Sentuh Kabel
Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga kuat dilatari oleh niat korban untuk mencuri kabel. Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian langsung merapat ke lokasi.
"Saat kami tiba, lokasi sudah dipenuhi warga. Korban masih berada di atas tiang listrik dan diduga hendak mengambil kabel yang menjuntai. Di lokasi juga ditemukan alat pemotong berupa tang yang diduga akan digunakan untuk memotong kabel," kata Inayatun di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban mendaki tiang untuk mengambil kabel CTM (Clamp Type Mounting) yang sudah tidak aktif. Namun, saat beraksi meretas kabel tersebut, korban diduga tidak sengaja menyentuh Fuse Cut Out (FCO) yang masih dialiri listrik sehingga ia langsung tersengat arus bertegangan tinggi.
Demi Judi Slot dan Sabu-sabu
Akibat insiden tersebut, korban R mengalami luka bakar pada telapak tangan, perut, dan paha kiri dengan perkiraan luas luka mencapai 30 persen. Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk menjalani perawatan intensif.
Dalam pemeriksaan awal, polisi memperoleh fakta mengejutkan langsung dari mulut korban yang mengaku bahwa ini bukan kali pertama ia melakukan aksi pencurian serupa.
"Korban mengaku sebelumnya pernah berhasil mengambil kabel. Hasil penjualannya digunakan untuk bermain judi slot, membeli narkotika jenis sabu, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras. Keterangan tersebut masih akan kami dalami lebih lanjut," ujar Inayatun.
Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
