Seruan Warga Dayak Dukung Polda Kalteng Tuntaskan Tragedi Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 08 Jul 2026 10:30 WIB
Foto: Seruan Warga Dayak Dukung Polda Kalteng Tuntaskan Tragedi Katingan. (Istimewa)
Palangka Raya -

Tragedi berdarah merenggut nyawa tiga anggota Polri saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah pun datang dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN).

Ketua GDAN, Ririn Bintih, menyebut gugurnya tiga personel Polri bukan hanya duka bagi institusi kepolisian, tetapi juga menjadi tamparan keras bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

"Kami menyampaikan rasa hormat dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para pahlawan kemanusiaan yang gugur dalam tugas suci memberantas narkoba," ujar Ririn, Rabu (8/7/2026).

Ia menegaskan, tragedi tersebut tidak akan menyurutkan semangat masyarakat Dayak dalam memerangi peredaran narkotika. Menurutnya, darah para aparat yang gugur justru menjadi pemantik semangat untuk memperkuat perlawanan terhadap para bandar dan pengedar narkoba.

"Kalian tidak membuat kami takut. Kalian justru membangunkan macan tidur," tegasnya.

Ririn memastikan GDAN tidak akan membiarkan aparat kepolisian berjuang sendirian. Organisasinya bersama masyarakat Kalimantan Tengah siap menjadi mitra Polri dengan memberikan informasi, memperkuat pengawasan lingkungan, hingga membantu membongkar jaringan narkoba sampai ke akar-akarnya.

"Bagi kami, ini adalah perang terbuka melawan para pengkhianat negara. Tidak ada tempat bersembunyi bagi para perusak masa depan anak cucu kami di Bumi Tambun Bungai," katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersatu mendukung langkah aparat penegak hukum dengan melaporkan aktivitas mencurigakan, memperkuat benteng adat, serta menjaga lingkungan dari ancaman peredaran narkoba.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan bahwa gugurnya tiga personel terbaik tidak akan menghentikan perang melawan narkoba. Menurutnya, Polda Kalteng tetap berkomitmen memburu seluruh pelaku dan membersihkan wilayah Kalimantan Tengah dari jaringan narkotika.

"Dalam satu kuartal terakhir, jajaran Polda Kalteng telah memproses sekitar 400 tersangka kasus narkoba. Penindakan juga dilakukan di sejumlah kawasan yang selama ini dikenal sebagai kampung narkoba. Selain penegakan hukum, kepolisian bersama GDAN mulai membangun pos-pos pemantauan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pembinaan masyarakat," ujar kapolda.

Kapolda turut memberikan ultimatum kepada para pelaku yang hingga kini masih buron agar segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. "Menyerahkan diri lebih baik," pungkasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork