Gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan dalam operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei terus diusut. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Iwan Kurniawan menegaskan operasi tersebut tidak mendadak dan sudah sesuai SOP. Ia juga mengungkapkan pada saat penggerebekan berlangsung, terdapat personel perempuan karena ada salah satu target operasi yang merupakan perempuan.
Iwan menyampaikan dugaan kuat bahwa para personelnya sempat diamankan atau disandera oleh kelompok pelaku sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri yang telah memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi kepada ketiga anggota yang gugur, serta jaminan pendidikan bagi anak-anak para korban hingga jenjang perguruan tinggi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan instansi yang telah membantu pencarian anggota kami. Terima kasih juga kepada Bapak Kapolri yang memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta dan perhatian kepada keluarga para korban," ujar Kapolda, Selasa siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Iwan juga menegaskan pihaknya memberikan akses penuh kepada Kompolnas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, termasuk memeriksa seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut agar penanganan kasus berlangsung transparan.
Operasi Sudah Sesuai SOP
Iwan menegaskan operasi penangkapan bandar narkoba itu bukan dilakukan secara spontan. Tim Satresnarkoba telah melakukan penyelidikan selama beberapa waktu, memetakan lokasi, karakteristik wilayah, hingga menyusun pembagian tugas secara rinci.
"Bahkan, personel polisi wanita juga dilibatkan karena salah satu target operasi diketahui merupakan seorang perempuan," katanya.
Menurutnya, seluruh tahapan operasi telah dilaksanakan sesuai prosedur. Namun situasi berubah drastis ketika keluarga dan kelompok pelaku meneriakkan kata "rampok" sehingga memancing kedatangan warga.
"Kelompok pelaku kemudian menyerang menggunakan senjata tajam bahkan senjata api panjang. Anggota kami memilih mundur agar tidak menimbulkan korban dari masyarakat," tegasnya.
Terjun ke Sungai Dua Kali
Iwan mengungkapkan sejumlah personelnya sempat melompat ke Sungai Katingan untuk menyelamatkan diri setelah jalur darat telah dikuasai kelompok pelaku. Mereka sempat berkumpul di sebuah daratan kecil sekitar 400 meter dari lokasi awal.
"Saat itu diketahui beberapa anggota mengalami luka," katanya lagi.
Namun serangan kembali terjadi, baik dari darat maupun menggunakan kelotok, sehingga anggota kembali memutuskan berenang menyelamatkan diri. Dua anggota berenang ke arah hilir, satu menyeberang sungai. Tiga anggota lainnya kemudian ditemukan meninggal dunia.
Iwan mengaku dari hasil keterangan saksi yang telah diamankan, terdapat informasi bahwa salah seorang pelaku sempat pulang ke rumah dan mengaku telah menghabisi anggota Polri. Selain itu, penyidik juga memperoleh informasi bahwa ada anggota polisi yang sempat diamankan oleh kelompok pelaku sebelum akhirnya gugur.
"Informasi yang kami peroleh, ada anggota kami yang sempat diamankan oleh para pelaku. Ini masih terus kami dalami dalam proses penyidikan," katanya.
Pastikan Gerakan Dayak Antinarkoba Tak Kendor
Meski harus kehilangan tiga personel terbaiknya, Iwan memastikan Polda Kalimantan Tengah tidak akan surut memerangi jaringan narkoba. Menurutnya, selama satu kuartal terakhir jajarannya telah memproses sekitar 400 tersangka narkoba.
"Sejumlah kawasan yang dikategorikan sebagai kampung narkoba juga mulai dilakukan penindakan dan pembinaan, termasuk pembangunan pos pemantauan bekerja sama dengan Gerakan Dayak Anti Narkoba," pungkasnya.
