Wajah Bocah 5 Tahun di Kobar Lebam-lebam, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Kalimantan Tengah

Wajah Bocah 5 Tahun di Kobar Lebam-lebam, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 17 Jun 2026 15:03 WIB
Wajah Bocah 5 Tahun di Kobar Lebam-lebam, Diduga Dianiaya Ibu Tiri. (Sigit Pamungkas)
Foto: Wajah Bocah 5 Tahun di Kobar Lebam-lebam, Diduga Dianiaya Ibu Tiri. (Sigit Pamungkas)
Kotawaringin Barat -

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak menggemparkan warga Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seorang bocah perempuan berusia sekitar lima tahun ditemukan mengalami luka lebam di bagian wajah, diduga dianiaya oleh ibu tirinya.

Kondisi memar pada wajah anak tersebut pertama kali dilihat warga setempat. Temuan itu langsung memicu keprihatinan masyarakat yang khawatir terhadap keselamatan dan kondisi psikologis korban.

Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa membenarkan adanya dugaan tersebut. Kini kasus dalam penanganan Unit PPA Polres Kotawaringin Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya masih ditangani unit PPA," jawab Priyo singkat, Rabu (17/6/2026).

Sementara itu Ketua RT 03 Kelurahan Mendawai Seberang, M. Syarifudin, turut mengkonfirmasi laporan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Ia mengatakan keluarga korban merupakan pendatang baru yang baru beberapa minggu tinggal di lingkungan tersebut.

"Mereka baru beberapa minggu lalu melapor tinggal di RT 03. Setelah ada informasi itu, kami mencoba mencari tahu dan memang ada laporan terkait kondisi anak tersebut," ujar Syarifudin, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, saat ini korban berada bersama ayahnya di rumah. Sementara keberadaan ibu tiri yang diduga melakukan penganiayaan masih belum diketahui secara pasti.

"Untuk saat ini bapaknya ada di rumah bersama anaknya. Sedangkan ibu tirinya belum diketahui berada di mana," katanya.

Warga setempat pun berharap bocah tersebut segera mendapat pertolongan. Warga juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara menyeluruh.

"Kami berharap bocah tersebut segera memperoleh penanganan medis serta pendampingan psikologis agar dapat pulih dari trauma yang mungkin ditimbulkan akibat peristiwa tersebut," ucap Syarifudin.

"Rencananya, penanganan kasus akan melibatkan dinas yang membidangi perlindungan perempuan dan anak," sambungnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads