Pedagang Nasi Kuning di Kotim Tertipu Beras Murah, Saat Dibuka Isinya Pasir

Pedagang Nasi Kuning di Kotim Tertipu Beras Murah, Saat Dibuka Isinya Pasir

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 08 Jun 2026 12:30 WIB
Jamilah (58) warga Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)
Jamilah (58) warga Kotawaringin Timur (Kotim)/Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Harapan mendapatkan keuntungan lebih dari beras murah justru berujung kerugian bagi Jamilah (58) warga Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pedagang nasi kuning tersebut menjadi korban penipuan bermodus penjualan beras murah yang ternyata berisi pasir.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6). Saat berada di depan rumah bersama tetangganya, Jumah, mereka didatangi seorang pria tak dikenal yang menawarkan beras dengan harga jauh di bawah pasaran.

Pelaku yang datang menggunakan sepeda motor Honda BeAT berwarna biru memperlihatkan sampel beras dalam kantong plastik. Melihat kualitas beras yang tampak bagus, Jamilah tertarik membeli setelah pelaku menawarkan harga Rp 14 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah melakukan tawar-menawar, harga disepakati menjadi Rp 13 ribu per kilogram. Jamilah kemudian membeli 20 kilogram beras, sementara Jumah membeli 10 kilogram," ujar Jamilah, Senin (8/6/2026).

Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku menjual beras milik kakaknya karena merasa tidak mendapatkan upah dari pekerjaannya. Ia juga sempat meminjam uang Rp 10 ribu dengan alasan membeli bahan bakar sebelum mengambil beras yang disebut disimpan di tempat lain.

"Sekitar 10 menit kemudian, pria tersebut kembali membawa dua karung yang diklaim berisi total 31 kilogram beras. Korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 400 ribu ditambah Rp 10 ribu yang sebelumnya dipinjam pelaku," ujarnya.

Namun, kecurigaan muncul saat kedua korban hendak membagi beras tersebut. Setelah karung dibuka, mereka mendapati hanya sekitar satu hingga dua kilogram beras di bagian atas, sedangkan bagian bawah karung dipenuhi pasir.

"Pas kami buka untuk ditimbang ternyata bagian atasnya memang beras, tapi di bawahnya pasir semua. Saat itu orangnya sudah pergi," ujarnya lagi.

Akibat kejadian tersebut, Jamilah dan Jumah mengalami kerugian total Rp 410 ribu. Sementara itu, Lurah Baamang Hilir, Reza Aji Maulana Abdi, membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, pelaku menggunakan cerita yang menyentuh untuk mendapatkan kepercayaan warga, termasuk mengaku membutuhkan biaya pengobatan bagi istrinya yang sedang sakit.

Ia menilai modus tersebut memanfaatkan rasa iba masyarakat sehingga korban lebih mudah percaya dan bersedia membeli barang yang ditawarkan. Pemerintah Kelurahan Baamang Hilir mengimbau warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan, terutama yang menawarkan barang dengan harga jauh di bawah pasaran atau mengatasnamakan kebutuhan mendesak.

"Kami sudah mengingatkan warga melalui grup komunikasi dan para ketua RT agar tidak mudah percaya terhadap modus seperti ini," kata Reza.

Informasi yang beredar menyebutkan modus serupa diduga pernah terjadi sebelumnya di wilayah Baamang. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum melakukan transaksi dengan orang yang tidak dikenal untuk menghindari menjadi korban penipuan.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads