Mahasiswa di Bartim Jadi Pengedar Sabu, Ini Sederet Barang Buktinya

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 04 Jun 2026 15:30 WIB
Mahasiswa di Bartim jadi pengedar sabu/Foto: Istimewa (dok Polres Barito Timur)
Barito Timur -

Mahasiswa berinisial AJP (24) berurusan dengan hukum setelah diduga terlibat dalam bisnis sabu. Ia dibekuk anggota Satresnarkoba Polres Barito Timur, Kalimantan Tengah di Desa Bamban, Kecamatan Benua Lima, Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 23.15 WIB.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 15 paket sabu siap edar dengan berat kotor sekitar 8,16 gram. Tak hanya itu, sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk mengemas dan mendistribusikan barang haram tersebut juga turut diamankan.

Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso mengungkapkan barang bukti yang disita antara lain dua pak plastik klip bening, satu unit timbangan digital, serta sendok plastik modifikasi berwarna merah yang diduga digunakan untuk mengemas sabu ke dalam paket-paket kecil. Polisi juga menyita dompet milik tersangka, satu telepon genggam, serta uang tunai sebesar Rp 1.450.000.

"Uang tersebut diduga merupakan hasil penjualan narkotika," ujar AKBP Eddy, Kamis (4/6/2026).

Polisi turut mengamankan mobil Daihatsu All New Xenia warna hijau bernomor polisi DA 1877 HO beserta STNK atas nama GHN. Kendaraan tersebut diduga digunakan sebagai sarana transportasi dalam aktivitas peredaran narkotika.

"Mobil tersebut diduga digunakan untuk mendukung aktivitas jual beli narkotika dan saat ini telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan," jelasnya.

AJP kini harus mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum dan dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kapolres menyayangkan keterlibatan mahasiswa dalam kasus narkoba. Menurutnya, peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang tidak hanya menghancurkan masa depan pelaku, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial masyarakat.

"Generasi muda seharusnya menjadi harapan bangsa. Keterlibatan mereka dalam jaringan narkotika menjadi perhatian serius karena dampaknya sangat luas bagi lingkungan sosial maupun masa depan mereka sendiri," tegasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork