Segini Keuntungan Praktik Pengalihan BBM Subsidi Menurut Mantan Pemain

Round Up

Segini Keuntungan Praktik Pengalihan BBM Subsidi Menurut Mantan Pemain

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 27 Mei 2026 11:15 WIB
Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Pontianak -

Dugaan pengalihan BBM subsidi yang terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar) masih dalam penyidikan polisi. Seorang mantan pemain BBM ilegal pun mengungkap modus yang kerap dilakukan dalam jaringan mafia solar subsidi di Kalbar.

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyebut praktik pengalihan BBM subsidi untuk keperluan industri dilakukan secara terorganisir. Untuk diketahui, BBM bersubsidi diperuntukkan khusus bagi masyarakat dan sektor tertentu saja. Sementara industri seperti tambang dan perkebunan sawit menggunakan BBM nonsubsidi.

Namun pada praktiknya, ada yang mencoba mengakali agar BBM subsidi dapat digunakan oleh industri yang tidak seharusnya. Menurut sumber tersebut, keuntungan dari praktik ini cukup menggiurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dijual ke perusahaan tambang dan kebun sawit, bisa sampai Rp 24 ribu per liter. Margin keuntungannya sekitar Rp 17 ribu per liter. Kalau satu tangki 16 ribu liter dialihkan, nilainya bisa ratusan juta rupiah," tuturnya kepada detikKalimantan, Selasa (26/5/2026).

Ia juga mengungkap modus lain yang digunakan untuk mengelabui pengawasan. Pelaku biasanya mengganti segel mobil tangki setelah BBM dipindahkan supaya muatannya tidak disangka sebagai BBM subsidi.

"Kalau tangki biru sudah masuk gudang, segel langsung dibuka lalu diganti segel perusahaan mereka sendiri," katanya.

Menanggapi video viral yang diduga menunjukkan pemindahan BBM subsidi, sumber tersebut mengaku mengetahui pemilik mobil tangki biru yang terlihat dalam video viral tersebut. Menurutnya, mobil tangki itu merupakan milik pengusaha swasta.

"Mobil tangki industri biru berlabel PT Putera Petro Borneo itu milik putra pengusaha tempat hiburan malam terkenal di Pontianak," ujarnya.

Menurutnya, aktivitas seperti yang terlihat dalam video itu biasanya terjadi di wilayah Kedokok, Desa Subah, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. BBM subsidi diduga dipindahkan setelah disimpan di Kabupaten Kubu Raya, kemudian didistribusikan ke perusahaan-perusahaan dengan harga lebih.

"Mereka bongkar di Kedokok, Desa Subah, dekat air mancur Kimleng. Setelah dipindah ke tangki biru industri, biasanya disimpan dulu di gudang di Kubu Raya. Subuh baru diantar ke perusahaan-perusahaan dengan harga industri," jelasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran distribusi BBM subsidi. Saat ini Pertamina masih melakukan investigasi bersama pihak terkait.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan dugaan penyimpangan tersebut juga telah dikoordinasikan kepada aparat penegak hukum.

"Pertamina juga berkoordinasi dan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum untuk mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Edi menegaskan awak mobil tangki maupun perusahaan transportir akan dikenakan sanksi tegas apabila terbukti terlibat dalam penyimpangan distribusi BBM subsidi.

"Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan. Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tersebut," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menemukan Lulur Alami dari Daun Aras di Kalimantan Barat"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads