Buruh Baru Kerja 3 Hari Nekat Bunuh Mandor karena Sering Dimarahi

Regional

Buruh Baru Kerja 3 Hari Nekat Bunuh Mandor karena Sering Dimarahi

Aryo Mahendro - detikKalimantan
Rabu, 01 Apr 2026 20:34 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Foto: (Getty Images/ilbusca)
Gianyar -

M Fais (20) bersama dua rekannya, Nurul Arifin dan Sandy Firmansyah, nekat menghabisi nyawa mandor mereka pada Oktober 2025 lalu. Dalam sidang terbaru, Fais mengakui alasannya membunuh sang mandor karena kerap dimarahi hingga ditampar. Aksinya itu dilakukan di hari ketiga dirinya bekerja sebagai buruh di bawah pengawasan korban.

Dilansir detikBali, pembunuhan ini terjadi pada 24 Oktober 2025. Saat itu, para pelaku bekerja dalam proyek pembanguna saluran irigasi di Tenggaling, Banjar Puseh, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Mereka diawasi oleh mandor bernama I Wayan Sedhana.

Para pelaku yang menaruh dendam terhadap sang mandor itu membunuh dengan cara menggorok leher korban dengan gergaji hingga nyaris putus. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap para pelaku dan menahan mereka di Mapolres Gianyar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses persidangan masih berjalan hingga kini. Dalam sidang pada Rabu (1/4/2026), Fais mengaku dirinya baru bekerja selama 3 hari dengan korban. Sementara dua kawannya sudah bekerja bersama korban lebih dulu. Fais mengaku sakit hati karena sering dimarahi korban padahal baru mulai bekerja.

"Baru tiga hari kerja, saya sudah sering dimarahi," ujar Fais.

Kemudian pada hari kejadian, Fais mengaku saat itu korban meneleponnya dan marah-marah karena ada pekerjaan yang dianggap tidak beres. Fais mengaku sudah memperbaiki kekeliruan tersebut, tetapi tetap dimarahi.

"Saat itu saya ditelepon korban (Sedhana). Korban marah karena ada kesalahan pengerjaan besi. Saya sudah minta maaf, bongkar, dan pasang," katanya.

Korban kemudian disebut mendatangi Fais dan hendak menamparnya. Namun rekan Fais, Arifin, langsung menyerang sang mandor.

"Arifin refleks memukul korban pakai cangkul di bagian kepalanya. Memukul dengan bagian ujung belakang cangkul," ungkap Fais.

Serangan itu membuat korban jatuh dan kejang-kejang. Dalam kondisi itu, Arifin dan Sandy kembali menghajar korban. Fais sendiri mengaku hanya memegangi korban agar tidak berontak, meski saat itu kondisi korban sudah tidak berdaya.

"Yang menggorok Arifin. Saya refleks hanya memegangi kakinya saja," katanya.

Korban akhirnya tewas setelah Arifin menggorok leher korban dengan gergaji. Pelaku menggoroknya dengan dua kali tebasan hingga leher korban nyaris putus. Setelah korban tak bernyawa, mereka panik dan akhirnya melarikan diri ke Jawa Timur.

Baca selengkapnya di detikBali.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads