Kapolres Tual Kena Panah Saat Bubarkan Dua Kelompok yang Bentrok

Regional

Kapolres Tual Kena Panah Saat Bubarkan Dua Kelompok yang Bentrok

Muhammad Jaya Barends - detikKalimantan
Rabu, 25 Feb 2026 10:05 WIB
Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun.
Foto: Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun. (dok istimewa)
Balikpapan -

Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro terkena panah di kaki kirinya, saat dua kelompok pemuda bentrok menggunakan bom molotov hingga panah.

Dikutip detikSulsel, peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan Fiditan Kampung Baru, Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku pada Selasa (24/2/2026) pukul 17.47 WIT. Mereka yang terlibat bentrok yakni kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama dengan Fiditan Kampung Baru.

"Setelah bentrokan awal, kemudian massa Fiditan Kampung Lama melakukan pelemparan bom molotov ke arah Fiditan Kampung Baru," kata Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual, Aipda Husinjaya Korwaka dalam keterangannya, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Husinjaya, Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak berselang lama setelah bentrok. Saat itu, Kompol Roni datang bersama personel Dalmas.

"Saat tiba di TKP, Kompol Roni lalu melakukan imbauan. Selanjutnya Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin upaya pembubaran massa," bebernya.

Di tengah pembubaran massa, tiba-tiba anak panah mengenai AKBP Whansi. Saat itu, kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama masih melakukan perlawanan hingga diminta mundur.

"Kapolres Tual terkena busur panah pada lutut kaki kiri bagian bawah. (Saat itu), sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas," jelasnya.

Lalu datang personel Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku dipimpin Dansat Brimob Kombes Irfan S P Marpaung. Tambahan personel itu membuat kedua kelompok pemuda membubarkan diri.

Husinjaya menuturkan setelah situasi terkendali, AKBP Whansi dievakuasi ke rumah sakit bersama pria berinisial RT (29). Keduanya dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

"Hingga kini (Selasa) busur panah masih tertancap pada lutut kaki kiri bawah AKBP Whansi. Rencananya, Rabu (25/2) akan dilakukan operasi pukul 09.00 WIT. Sedangkan RT dirawat akibat terkena panah di kaki kiri pangkal jari telunjuk," jelasnya.

Kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lanjutan. Langkah ini guna mengetahui detail penyebab bentrokan.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads