Kronologi Bentrok Pakai Bom Molotov Berujung Kapolres Tual Kena Panah

Maluku

Kronologi Bentrok Pakai Bom Molotov Berujung Kapolres Tual Kena Panah

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 09:39 WIB
Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun.
Foto: Kapolres Tual, AKBP Whansi Des Asmoro dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun. (dok istimewa)
Tual -

Dua kelompok pemuda terlibat bentrok menggunakan bom molotov hingga panah di Kota Tual, Maluku. Kapolres Tual AKBP Wansi Des Asmoro yang turun melakukan pengamanan terkena panah di kaki kirinya.

Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan Fiditan Kampung Baru, Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Selasa (24/2/2026) pukul 17.47 WIT. Mereka yang terlibat bentrok yakni kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama dengan Fiditan Kampung Baru.

"Setelah bentrokan awal, kemudian massa Fiditan Kampung Lama melakukan pelemparan bom molotov ke arah Fiditan Kampung Baru," kata Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual, Aipda Husinjaya Korwaka dalam keterangannya, Selasa (24/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husinjaya menyebut, Wakapolres Tual Kompol Roni F Manawan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tak berselang lama setelah bentrok. Saat itu, Kompol Roni datang bersama personel Dalmas.

"Saat tiba di TKP, Kompol Roni lalu melakukan imbauan. Selanjutnya Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro, tiba dan memimpin upaya pembubaran massa," bebernya.

ADVERTISEMENT

Di tengah pembubaran massa itu, tiba-tiba busur panah mengenai AKBP Whansi. Saat itu, kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama masih melakukan perlawanan hingga diminta mundur.

"Kapolres Tual terkena busur panah pada lutut kaki kiri bagian bawah. (Saat itu), sebagian kelompok Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan depan puskesmas," jelasnya.

Setelah itu, datang personel Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku dipimpin Dansat Brimob Kombes Irfan S P Marpaung. Tambahan personel itu membuat kedua kelompok pemuda membubarkan diri.

"(Selanjutnya) massa dari kedua kelompok mulai pulang ke kompleks masing-masing," katanya.

Lebih lanjut, Husinjaya menuturkan setelah situasi terkendali, AKBP Whansi dievakuasi ke rumah sakit bersama pria berinisial RT (29). Keduanya dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

"Hingga kini busur panah masih tertancap pada lutut kaki kiri bawah AKBP Whansi. Rencananya, Rabu (25/2) akan dilakukan operasi pukul 09.00 WIT. Sedangkan RT dirawat akibat terkena panah di kaki kiri pangkal jari telunjuk," jelasnya.

Husinjaya menambahkan kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lanjutan. Langkah ini guna mengetahui detail penyebab bentrokan.

"Kini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kejadian dan upaya penanganan agar tidak terjadi lagi perkara serupa," imbuhnya.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads