1 Senior Jadi Tersangka Penganiaya Bripda Dirja hingga Tewas, 5 Lainnya Diusut

Regional

1 Senior Jadi Tersangka Penganiaya Bripda Dirja hingga Tewas, 5 Lainnya Diusut

Hermawan Mappiwali - detikKalimantan
Senin, 23 Feb 2026 15:58 WIB
Ibu Bripda Dirja menangis histeris melepas jenazah anaknya di Pinrang usai diduga tewas dianiaya senior.
Foto: Ibu Bripda Dirja menangis histeris melepas jenazah anaknya di Pinrang usai diduga tewas dianiaya senior. (Muhclis Abduh/detikSulsel)
Pinrang -

Tewasnya Bripda Dirja Pratama (19), anggota Samapta Polda Sulawesi Selatan (Sulses), terus diselidiki. Propam Polda Sulsel sebelumnya telah memeriksa 6 orang senior yang diduga melakukan penganiayaan. Seorang di antaranya telah ditetapkan tersangka.

Dilansir detikSulsel, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardji Puro menegaskan ada unsur penganiayaan dalam peristiwa meninggalnya Bripda Dirja. Awalnya korban asal Pinrang itu dilaporkan meninggal karena menyakiti diri sendiri dengan cara membenturkan kepala. Namun, hasil penyelidikan mengungkap bahwa laporan tersebut hanya rekayasa.

"Secara scientific, kami buktikan apa yang disampaikan oleh anggota yang menyampaikan membentur-benturkan kepala tidak benar," ungkap Djuhandhani di Mapolres Pinrang, Sulsel, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari enam orang senior yang diperiksa secara intensif, salah satunya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, lima lainnya masih berstatus terperiksa. Djuhandhani mengatakan peran mereka masih diusut.

"Kita menetapkan tersangka atas nama P pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban. Saat ini secara intensif kami memeriksa lima orang lagi, keterkaitannya seperti apa," jelasnya.

Pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti. Djuhandhani memastikan kelima orang yang diperiksa merupakan rekan seprofesi Bripda Dirja.

"Dari lima ini adalah anggota semua, ada teman satu angkatan, kami hanya (memeriksa) berkaitan sebagai saksi dan keterlibatannya," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Bripda Dirja tewas usai dianiaya seniornya di asrama Polda Sulsel. Ayah Bripda Dirja, Aipda Muhammad Jabir, curiga setelah melihat jenazah anaknya mengeluarkan darah dari mulut.

"Itu yang kami pertanyakan (dugaan penganiayaan), karena ada darah keluar dari mulutnya. Ini almarhum tinggal di Polda, di bagian belakang, di asrama," tuturnya.

Jabir menegaskan anaknya dalam kondisi sehat sebelum dinyatakan meninggal dunia. Ia bahkan menyebut Dirja masih telepon dengan sang ibu pada Minggu dini hari.

"Ini makanya saya ke mari. Karena tadi subuh, (Dirja) komunikasi sama ibunya masih baik, tidak ada mengeluh sakit," pungkas Jabir.

Bripda Dirja dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke RSUD Daya Makassar pada Minggu (22/2/2026). Jenazahnya kemudian dibawa ke kampung halamannya di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang pada Senin (23/2/2026). Jajaran Polda Sulsel turut serta dalam proses pelepasan jenazah untuk dikebumikan.

Baca selengkapnya di detikSulsel.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads