Anak Tengah Merasa Diperlakukan Berbeda hingga Nekat Racun Keluarga

Jabodetabek

Anak Tengah Merasa Diperlakukan Berbeda hingga Nekat Racun Keluarga

Rizky Adha Mahendra - detikKalimantan
Jumat, 06 Feb 2026 17:00 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi/Foto: Rachman Haryanto
Balikpapan -

Pria di Warakas, Jakarta Utara (Jakut), S (22) meracuni ibu serta kakak dan adik kandungnya hingga tewas. Polisi mengungkap motif di balik aksi pembunuhan itu.

"Dari hasil pemeriksaan kami, motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno, Jumat (6/2/2026).

Dikutip detikNews, korban dalam kasus itu ialah ibu berinisial SS (50) yang memiliki empat anak dan suaminya sudah meninggal dunia. SS tewas bersama anak pertama berinisial AAL (27) dan anak bungsu berinisial AAB (13).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka tewas diracun S yang merupakan anak ketiga SS. Mereka ditemukan anak kedua yakni Dafi, yang saat itu pulang kerja pada Jumat (2/1).

Sementara itu, warga menemukan S dalam kondisi sekarat pada peristiwa tersebut. Kemudian S dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dirawat.

"Kemudian serangkaian pemeriksaan ini berjalan hingga akhirnya pada tanggal 4 Februari atas hasil pemeriksaan dari Puslabfor, dokter, dan juga bukti toksikologi serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menetapkan S sebagai tersangka karena terbukti meracuni korban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggali keterangan sejumlah pihak dan menyelidiki barang bukti.

"Hasil pengamatan kami, berdasarkan barang bukti lainnya, sehingga kami menetapkan Saudara S sebagai pelaku atau tersangka dari perkara peristiwa keracunan tersebut, di mana Saudara S memang dengan sengaja meracun ketiga korban tersebut," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads