Kasus penyerangan terhadap D, warga Karanganyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), memunculkan dugaan adanya masalah perdagangan narkoba. Kini muncul tudingan baru dari warganet mengenai dugaan jual beli sabu-sabu.
Awalnya, dugaan jual beli narkoba ini diketahui lewat pengakuan salah satu tersangka usai jumpa pers di Polres Tarakan, Jumat lalu. Berita ini ramai diperbincangkan di media sosial dan muncul warganet yang mengaku tahu mengenai kejadian penyerangan di rumah D alias 'Pak RT' tersebut.
Berdasarkan rekaman suara yang diperoleh dari penelusuran detikKalimantan, diceritakan bahwa salah satu pelaku penyerangan, Iksan atau IK membeli sabu kepada D, namun tidak sesuai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begini ceritanya pertama. Si Iksan kan beli sabu-sabu sama itu Pak RT (korban D). Dia beli sabu-sabu, tapi sedikit. Nggak terimalah dia," ujar wanita dalam rekaman suara yang diperoleh detikKalimantan, Minggu (4/1/2026).
Korban justru melarang IK membeli lagi di tempatnya jika tidak cocok dengan takaran yang diberikan. Mendengar hal tersebut, IK memukul korban menggunakan helm. Warga sekitar yang melihat kejadian itu lantas mengeroyok IK.
"Habis dia hantam pakai helm, dikeroyoklah si Iksan. Habis dikeroyok, si Iksan tidak terima, dia pergi lah. Pergi ambil parang rupanya. Baru datang, ditimpas Pak RT," lanjut rekaman itu.
Menanggapi informasi tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, AKP Tegar Wida Saputra, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum dapat menyimpulkan kebenaran isi rekaman.
"Masalah sabunya masih kami dalami, karena dari pihak korban belum kami interogasi mengenai sabu," jelas Tegar kepada detikKalimantan, Minggu (4/1/2026).
Tegar menambahkan, polisi telah melakukan tes urine terhadap dua rekan IK yang sudah tertangkap, yakni RH dan SU. Hasil tes menunjukkan keduanya negatif narkoba.
"Sedangkan pihak tersangka juga sudah kami tes urine hasilnya negatif. Untuk kepemilikan sabu juga masih belum jelas, kami masih lakukan penyelidikan lanjut," tegasnya melalui pesan singkat.
Diberitakan sebelumnya, Polres Tarakan mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di kawasan Jalan Gajah Mada, Karanganyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (27/12/2025). Korbannya adalah pemilik rumah berinisial D alias Pak RT yang mengalami luka tusuk hingga 18 cm.
Sejauh ini, terdapat terduga tiga pelaku. Polres Tarakan telah menangkap dan menetapkan dua orang tersangka, yakni RH dan SU. Sementara terduga pelaku utama berinisial IK, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). IK diketahui berprofesi sebagai penjaga tambak.
"Tiga orang ini terekam CCTV. IK membawa sebilah parang, kemudian RH membawa badik dan menggunakan helm untuk memukul. Saudara RH sempat mencoba menusuk korban menggunakan badik namun dihalangi oleh anak korban," kata Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah dalam jumpa pers di Polres Tarakan, Jumat (2/1/2026).
Ridho Pandu Abdillah, sebelumnya juga menanggapi dugaan jual beli sabu di bali penyerangan ini. Namun pihaknya masih akan mendalaminya, dan sementara penyerangan dipicu karena selisih paham.
"Terkait permasalahannya (narkoba) masih kami lakukan pendalaman. Hasil olah TKP kami belum menemukan barang bukti narkoba," ujar Ridho beberapa waktu lalu.
Simak Video "Video: Pangdam Mulawarman Bicara Penyebab Anggota TNI Serang Mapolres Tarakan"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
