Polres Tarakan mengungkap kasus penyerangan dan penusukan di kawasan Jalan Gajah Mada, Karanganyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Pelaku mengaku bahwa penyerangan ini berkaitan dengan kasus narkoba.
Saat ini polisi menetapkan dua orang tersangka, yakni RH dan SU, sementara pelaku utama berinisial IK masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dalam konferensi pers, SU, menyebut dirinya cekcok dengan korban yang menjual narkoba jenis sabu-sabu.
"Cekcok karena sabu-sabu, si korban yang menjual sabu," kata SU singkat saat digiring petugas kembali ke sel tahanan, usai jumpa pers di Polres Tarakan, Jumat (2/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, menyatakan pihaknya masih mendalami motif tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pemicu kejadian adalah perselisihan (cekcok) antara korban berinisial D dengan pelaku IK.
"Terkait permasalahannya (narkoba) masih kami lakukan pendalaman. Hasil olah TKP kami belum menemukan barang bukti narkoba. Saksi korban menyatakan masalahnya hanya cekcok, tidak menyebutkan spesifik terkait apa," ujar Ridho di Mapolres Tarakan.
Adapun peristiwa terjadi pada Sabtu (27/12/2025) di rumah korban berinisial D. Tiga pelaku, IK, RH, dan SU, tertangkap kamera pengawas membawa senjata tajam mendatangi rumah D dan melakukan penyerangan.
"Tiga orang ini terekam CCTV. IK membawa sebilah parang, kemudian RH membawa badik dan menggunakan helm untuk memukul. Saudara RH sempat mencoba menusuk korban menggunakan badik namun dihalangi oleh anak korban," kata Ridho.
Akibat serangan tersebut, korban D menderita luka bacok serius di bahu kiri sepanjang 18 sentimeter. Luka yang dalam mengharuskan dirinya mendapat 7 jahitan.
Polisi membeberkan peran masing-masing tersangka. RH berperan sebagai eksekutor yang memukul korban dengan helm dan mencoba menusuk. Sementara SU, meski tidak ikut membacok, berperan vital membantu pelarian IK dan menyembunyikan barang bukti.
"SU ini membonceng IK kabur setelah kejadian. Dia juga yang menyembunyikan parang yang digunakan IK. Parang itu kami temukan di dalam parit (selokan) samping rumah dalam kondisi 'telanjang' atau tanpa sarung," ungkap Ridho.
Simak Video "Video: Mapolres Tarakan Diserang Sekelompok Anggota TNI, Ini Kata Kapolri"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
