Usai Lapor Dilecehkan Dosen, Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung

Regional

Usai Lapor Dilecehkan Dosen, Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung

Fistel Mukuan - detikKalimantan
Rabu, 31 Des 2025 20:30 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi korban pelecehan seksual. Foto: iStock
Tomohon -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ditemukan sesosok perempuan yang tewas tergantung di dalam indekosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (30/12). Perempuan berinisial EMM tersebut merupakan mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima). Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya setelah menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya.

Mengutip detikSulsel, kematian EMM tersebut viral di media sosial. Terduga pelaku pelecehan yakni dosen berinisal DM. Namanya disebut dalam surat tulisan tangan yang diduga dibuat oleh EMM dan ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih dalam penyelidikan terkait hal itu (bunuh diri dan dugaan pelecehan)," kata Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, Rabu (31/12/2025).

Dalam surat yang dilihat detikSulsel, korban menuliskannya pada 16 Desember 2025 dengan keterangan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan seksual. Surat itu dilengkapi dengan nama, NIM, program studi, fakultas, nomor telepon, serta email korban. Korban turut menyertakan nama terlapor yang berstatus dosen.

"Dengan ini menyatakan bahwa saya mengajukan laporan terkait dengan tindak pelecehan," tulis korban EMM.

Nur Kholis memastikan Polres Tomohon akan menangani kasus ini secara profesional. Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga korban telah membuat laporan polisi.

"Perkembangan terakhir pihak keluarga membuat laporan di SPKT Polda Sulut. Berarti perkembangan lebih lanjut ranahnya di Polda Sulut," lanjutnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Tomohon Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri menyebut hasil olah TKP dan visum luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Sehingga diduga kuat korban bunuh diri.

"Berdasarkan olah TKP, itu murni gantung diri," terang Royke.

Keluarga juga disebut menolak autopsi. Jenazah korban langsung dibawa ke Manado, kemudian dimakamkan di Siau.

"Tapi kami dari pihak kepolisian berusaha membujuk kalau bisa autopsi," sebutnya.

Baca selengkapnya di detikSulsel.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads