Pelarian Singkat Tahanan Polsek Samarinda Berakhir Dapat 'Bonus'

Pelarian Singkat Tahanan Polsek Samarinda Berakhir Dapat 'Bonus'

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Sabtu, 01 Nov 2025 10:10 WIB
Para tahanan yang kabur lewat kloset sel Polsek Samarinda Kota saat dirilis Polresta Samarinda.
Para tahanan yang kabur lewat kloset sel Polsek Samarinda Kota saat dirilis Polresta Samarinda. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Berakhir sudah pelarian 15 tahanan Polsek Samarinda Kota, setelah delapan hari kabur dari sel. Para tahanan kabur dari sel dengan melubangi kloset pada Minggu (19/10/2025) dan ditangkap secara bertahap.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih delapan hari, para tahanan yang kabur sebanyak 15 orang sudah bisa kembali diamankan," kata Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Rabu (29/10/2025).

Seluruh tahanan dipastikan bakal diberi bonus alias tambahan hukuman. Berikut sejumlah fakta dan kronologi terkait tahanan yang kabur dari sel Polsek Samarinda Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3 Hari Lubangi Kloset

Hendri menjelaskan para tahanan butuh waktu tiga hari untuk bisa membobol kloset hingga dijadikan jalan keluar untuk melarikan diri. Mereka menggunakan besi jemuran yang berada di sel.

"Itu dilakukan mulai dari hari Jumat tanggal 17 hingga di hari Minggu di tanggal 19 Oktober 2025," katanya.

Setelah lubang tersebut dibuat berukuran cukup besar, salah satu tahanan keluar dan membantu memperlebar lubang dari agar tahanan lain bisa ikut kabur. Mereka kemudian menonaktifkan CCTV di belakang sel.

"Setelah keluar dari dinding, mereka melompati tembok di sisi sel kosong yang temboknya lebih rendah, lalu keluar ke jalan gang di sekitar Polsek, "sambung Hendri.

3 Orang Jadi Otak Pelarian

Kapolresta mengungkap tiga tahanan di antaranya menjadi dalang dari aksi tersebut. Mereka adalah Kahar, Melang, dan Irfan.

"Tiga orang inilah yang menjadi perencana. Mereka yang mematahkan besi jemuran serta membobok kloset, dan melubangi dinding sel," ujar Hendri saat konferensi pers, Rabu (29/10/2025).

Dibantu Laporan Masyarakat

Seluruh tahanan dapat ditangkap kembali berkat bantuan laporan masyarakat. Salah satunya ada keluarga yang melaporkan keberadaan tahanan tersebut yang pulang ke rumah.

Selain itu, warga melapor adanya salah satu tahanan bernama Kahar yang sedang salat subuh di sebuah masjid di kawasan Sungai Siring.

"Itu berkat kepekaan warga Samarinda yang melapor ke pos lantas terdekat. Dari situ kita tindaklanjuti dan benar, itu salah satu tahanan yang kabur," tutur Hendri.

Proses pengejaran juga dibantu aparat daerah lain. Beberapa tahanan sempat kabur sampai ke Palangka Raya.

Bangunan Cagar Budaya Jadi Penyebab

Menurut Hendri, kondisi bangunan Polsek yang merupakan cagar budaya menjadi kendala utama dalam sistem pengamanan.

"Bangunan Polsek Samarinda Kota ini dulunya merupakan kantor Polres Samarinda sebelum pindah ke bangunan yang baru. Selain itu, gedung tersebut juga termasuk cagar budaya, sehingga tidak bisa direnovasi atau diubah bentuknya," ujar Hendri.

Kondisi itu membuat sistem keamanan di sekitar sel tahanan tidak sesuai standar. Salah satunya adalah jarak antara ruang tahanan dan pos penjagaan yang cukup jauh.

Selain faktor jarak, lokasi Polsek yang berdekatan dengan instansi lain seperti puskesmas dan unit layanan perempuan dan anak (UPTD PPA) juga membuat pengawasan tidak bisa dilakukan maksimal.

Dapat 'Bonus' Tambahan Hukuman

Selanjutnya, para tahanan dipastikan akan mendapatkan bonus alias tambahan hukuman.

"Pasti ada hukuman tambahan karena mereka tidak kooperatif dan melakukan perbuatan pidana baru," kata Hendri Umar.

Untuk mencegah kejadian serupa, Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda untuk mencari lahan baru bagi pembangunan Polsek yang lebih representatif.

"Sudah kami koordinasikan dengan Pemkot Samarinda. Rencananya akan dicarikan lahan baru yang bisa dibangun dan direnovasi sesuai standar keamanan. Kalau bangunannya bukan cagar budaya, kami bisa lebih fleksibel dalam meningkatkan sistem keamanan," paparnya.

Sembari menunggu proses relokasi, Hendri menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah cepat dengan memperkuat pengawasan tahanan di Polsek Samarinda Kota. Jumlah petugas penjagaan akan ditambah.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Puluhan Napi Lapas Kutacane Aceh Kabur, Kualitas Makanan Disebut Jadi Pemicu"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads