Kalimantan Timur tidak hanya kaya akan pesona alamnya, tetapi juga menyimpan mahakarya seni luar biasa. Salah satunya adalah Tari Jepen Behuma yang mencerminkan tradisi masyarakat agraris Nusantara.
Tarian kreasi dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini merangkum panjangnya proses tradisi berladang padi masyarakat zaman dahulu ke dalam gerak tari yang sangat dinamis dan memukau. Simak bagaimana asal-usul, gerak tari, hingga peralatannya.
Asal-usul Tari Jepen Behuma
Dirangkum dari buku Deskripsi Seni Kalimantan Timur (2014) oleh Kemdikbud, penciptaan tari ini berawal dari keinginan para seniman dan tokoh kesenian Kalimantan Timur untuk merepresentasikan tradisi agraris suku Kutai pesisir ke dalam wujud koreografi yang indah dan bermakna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Behuma bukanlah aktivitas pertanian di sawah pada umumnya. Behuma merupakan sistem berladang padi secara berpindah-pindah yang telah menjadi akar kebudayaan nenek moyang masyarakat setempat sejak masa lampau.
Tata Cara Tradisi Behuma
Sebelum diangkat menjadi sebuah karya seni tari, kegiatan behuma dalam realitasnya memiliki proses yang sangat panjang serta sarat akan nilai-nilai gotong royong dan penghormatan terhadap alam sekitar. Secara rinci, langkah-langkah kegiatan behuma yang biasa dilakukan oleh para petani tersebut meliputi berbagai tahapan berikut:
- Menandai tempat (nazar) dan memasang plang dari anak kayu berwujud panah untuk menandai lokasi hutan atau semak belukar seluas 2 hingga 5 hektar yang akan digarap.
- Menentukan hari baik untuk merintis (nebas) lahan, dilanjutkan dengan kegiatan menebang pohon-pohon berukuran kecil (nernak) agar area ladang menjadi lebih lapang.
- Menebang pohon-pohon besar menggunakan kapak atau beliung, dilanjutkan dengan kegiatan menyencang (memotong ranting dan dahan) agar sisa pohon merapat ke tanah.
- Menjemur sisa daun dan ranting (reba) selama belasan hingga puluhan hari, kemudian membakar ladang dengan membuat sekat pelindung agar api tidak menjalar ke ladang milik tetangga.
- Melakukan enduru dan mumpun, yakni kegiatan mengumpulkan sekaligus membersihkan sisa-sisa dahan, ranting, dan daun yang belum habis terbakar oleh api.
- Menanam padi secara bergotong royong di hari yang baik dengan menggunakan sesajen, yang kemudian diakhiri dengan merawat tanaman dari serangan hama hingga siap dipanen.
Simbolisasi Pertanian ke Dalam Gerak Tari
Keseluruhan tahapan bertani yang memakan waktu cukup lama tersebut kemudian dipadatkan dan disimbolkan secara apik melalui gerakan-gerakan ritmis oleh para penari di atas panggung. Adapun gambaran visualisasi gerak Tari Jepen Behuma yang dibawakan secara berurutan adalah sebagai berikut:
- Penari pria memeragakan kegiatan mencari tempat yang strategis dan membersihkan areal lahan behuma.
- Penari pria dan kelompok wanita berbaur bersama-sama melakukan gerakan menanam benih padi.
- Prosesi berdoa dan kegiatan menjaga huma dari serangan hama babi maupun tikus agar tanaman tumbuh subur.
- Ekspresi kegembiraan para petani yang dituangkan dalam wujud pesta panen atas keberhasilan bercocok tanam.
Pertunjukan Tari Jepen Behuma Manangguk dari siswa SDN 006 Balikpapan Utara.. (dok FLS2N 2023) Foto: Pertunjukan Tari Jepen Behuma Manangguk dari siswa SDN 006 Balikpapan Utara.. (dok FLS2N 2023) |
Properti Khas dan Alunan Musik Pengiring
Untuk memperkuat kesan nyata dari kerasnya aktivitas berladang, pertunjukan ini didukung oleh penggunaan berbagai properti pertanian khas masyarakat pesisir Kalimantan Timur. Harmoni gerakan para penari tersebut juga semakin hidup berkat perpaduan beraneka macam alat musik yang dimainkan secara bersamaan untuk mengiringi alunan suara vokalis.
- Properti Tari: Kayu tugal (pelubang tanah dari kayu ulin), seraung (topi pelindung kepala yang dibuat berbeda ukuran untuk pria dan wanita), bakul (wadah benih padi), serta lewang atau nyiru untuk menampi padi.
- Alat Musik: Kolaborasi alat musik tradisional dan modern yang dimainkan secara dinamis, meliputi gambus, gendang/ketipung/bedug, simbal, suling, cello/bas, biola, serta tar atau rebana.
Kepopuleran Tari dan Lagu "Burung Pipit"
Popularitas Tari Jepen Behuma dahulu sempat meroket dan diminati oleh berbagai instansi maupun masyarakat umum setelah berhasil diikutsertakan oleh TVRI Kaltim dalam ajang Festival Stasiun se-Indonesia tingkat nasional pada tahun 2012 silam.
Daya tarik pertunjukan ini juga semakin kuat dengan kehadiran lagu 'Burung Pipit', sebuah tembang jenaka pengiring tarian yang mengisahkan kelucuan serta perjuangan tanpa lelah para petani dalam menghalau hama burung pemakan benih padi.
Burung Pipit - Lagu Tari Behuma
Burung pipit, burung pipit dipahumaan
Bahinggap, bahinggap di tangkai padi
Diburu amun mandik lari jua
Dijerat dengan tali ditebak dengan batu
Ndik lawas datang pulang
Burung pipit-burung pipit datang se pranaan
Mematoki benih-benih yang menguning
Amun benih-amun benih tinggal tangkainya
Tangkai merunduk-runduk, bulu lalu cabut
Burungnya kalang kabut
Reff
Buru diburu adinda, pipit melayang
Buru diburu adinda pipitnya hilang

