Daftar Raja dan Sultan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 17:20 WIB
Sultan Kukar Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin/Foto: Istimewa (dok Instagram @kesultanan_kutai_kartanegara)
Kutai Kartanegara -

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memiliki sejarah lebih dari tujuh abad. Kerajaan ini berpusat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sejumlah perubahan telah dilalui selama tujuh abad, dari perpindahan pusat pemerintahan, masuknya Islam, sampai terhentinya politik kesultanan pada 1960.

Ada 21 raja dan sultan yang pernah memimpin Kutai Kartanegara. Raja pertama adalah Aji Batara Agung Dewa Sakti yang memerintah pada tahun 1300-1325. Sementara itu, raja atau sultan terakhirnya adalah Sultan Aji Muhammad Parikesit, sebelum Kesultanan Kutai Kartanegara tidak lagi berkuasa atas pemerintahan secara administratif.

Sejarah Singkat Kesultanan Kutai Kartanegara

Sejarah Kutai Kartanegara dimulai sekitar tahun 1300 ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti mendirikan kerajaan di Kutai Lama, di kawasan hilir Sungai Mahakam. Catatan ini tertulis dalam data Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menyebut Aji Batara Agung Dewa Sakti sebagai raja pertama Kutai Kartanegara pada 1300-1325.

Kerajaan Kutai Kartanegara di masa awal berbeda dengan Kerajaan Kutai Martadipura atau Kutai Mulawarman yang berpusat di Muara Kaman. Kutai Martadipura dikenal dari peninggalan prasasti Yupa yang sejarahnya jauh lebih tua.

Pada awal abad ke-17, tepatnya pada masa pemerintahan Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa, terjadi peperangan antara Kutai Kartanegara dan Kutai Martadipura. Kutai Kartanegara memenangkan perang dan kemudian menggunakan nama Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Sebelumnya, pengaruh Islam juga masuk ke Kutai Kartanegara melalui perdagangan dan dakwah. Pada masa pemerintahan Aji Mahkota, Islam meluas di kerajaan. Pusat pemerintahan Kutai Kartanegara juga beberapa kali berpindah.

Dari Kutai Lama, pusat kerajaan kemudian berpindah ke Pemarangan dan akhirnya ke Tepian Pandan pada masa Aji Imbut atau Sultan Aji Muhammad Muslihuddin. Pada 28 September 1782, pusat pemerintahan dipindahkan ke Tepian Pandan yang kemudian dikenal sebagai Tangga Arung atau yang sekarang dikenal sebagai Tenggarong.

Daftar Raja Kutai Kartanegara Sebelum Bergelar Sultan

Berikut daftar raja berdasarkan silsilah dari buku Sejarah Dakwah Islam di Kalimantan (Studi Pendekatan dan Jaringan).

  1. Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325)
  2. Aji Batara Agung Paduka Nira (1325-1360)
  3. Aji Maharaja Sultan (1360-1420)
  4. Aji Raja Mandarsyah (1420-1475)
  5. Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya (1475-1545)
  6. Aji Raja Mahkota Mulia Islam (1545-1610)
  7. Aji Dilanggar (1610-1635)
  8. Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa (1635-1650)
  9. Aji Pangeran Dipati Agung Ing Martadipura (1650-1665)
  10. Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martadipura (1665-1686)
  11. Aji Ragi Ratu Agung (1686-1700)
  12. Aji Pangeran Dipati Tua Ing Martadipura (1700-1710)
  13. Aji Pangeran Anom Panti Mendapa Ing Martadipura (1710-1735)

Daftar Sultan Kutai Kartanegara

Setelah Islam masuk dan berkembang, pemimpin Kutai mulai menggunakan gelar sultan.

  1. Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778)
  2. Sultan Aji Muhammad Aliyeddin (Aji Kado) (1778-1780)
  3. Sultan Aji Muhammad Muslihuddin (1780-1816)
  4. Sultan Aji Muhammad Salehuddin (1816-1845)
  5. Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1850-1899)
  6. Sultan Aji Muhammad Alimuddin (1899-1910)
  7. Sultan Aji Pangeran Mangkunegara (1910-1920)
  8. Sultan Aji Muhammad Parikesit (1920-1960)

Sultan Aji Muhammad Parikesit adalah sultan yang pemerintahannya menjadi akhir dari kekuasaan politik Kesultanan Kutai Kartanegara. Tanggal 21 Januari 1960, digelar sidang khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai di Balairung Keraton Sultan Kutai, Tenggarong.

Dalam sidang itu berlangsung serah terima pemerintahan dari Sultan Aji Muhammad Parikesit kepada pemerintahan daerah baru. Setelah itu, Sultan Parikesit tidak lagi menjadi kepala pemerintahan di Kutai Kartanegara.

Memasuki era reformasi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kemudian mengusulkan pengaktifan kembali kesultanan untuk melestarikan sejarah, adat, dan budaya Kutai. Gagasan itu berbuah pada 1999.

Pada 7 November 2000, Bupati Kutai Kartanegara saat itu, Syaukani Hasan Rais, bersama Putra Mahkota Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat menghadap Presiden Abdurrahman Wahid untuk menyampaikan rencana tersebut. Restorasi kesultanan pun dimulai dengan menobatkan putra mahkota menjadi Sultan Aji Muhammad Salehuddin II pada 2001.

Sultan Salehuddin II wafat pada 5 Agustus 2018. Ia digantikan putranya, Aji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat yang dinobatkan sebagai Sultan Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, pada 15 Desember 2018 hingga saat ini.



Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"

(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork