Kala 13 Pemuda Torehkan Sejarah di Langit Kalimantan yang Tak Boleh Dilupakan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 23 Agu 2026 15:59 WIB
Buku Perjuangan Pemuda Dayak AURI: Kami Datang untuk Kalimantan/Foto: Istimewa
Pangkalan Bun -

Bayangkan pesawat Dakota melintas di langit Kalimantan pada 17 Oktober 1947. Dari dalam pesawat, 13 pemuda bersiap melompat ke wilayah yang saat itu masih berada dalam bayang-bayang pendudukan Belanda.

Mereka bukan sekadar penerjun. Mereka membawa senjata, radio, perlengkapan komunikasi, dan sebuah misi besar: membuka jalan perjuangan Indonesia di Kalimantan.

Puluhan tahun berlalu. Kisah mereka sempat hanya tersimpan dalam arsip, catatan keluarga, dan ingatan orang-orang yang mengetahui sejarah tersebut. Kini, perjuangan itu kembali diangkat ke permukaan melalui buku berjudul Perjuangan Pemuda Dayak AURI: Kami Datang untuk Kalimantan.

Buku tersebut diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran usai upacara kemerdekaan di Aula Jayang Tingang, Minggu (23/8/2026).

Bagi Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, buku itu bukan sekadar kumpulan cerita masa lalu. Ada sejarah yang harus dikembalikan kepada generasi muda.

"Kami menemukan bahwa belum banyak generasi muda yang mengetahui sejarah panjang dari 13 penerjun itu," ujar Nugroho.

Kisah buku tersebut justru bermula dari persoalan sebuah makam. Pada Juli 2025, keluarga LMU II Cornelius Willems datang ke Pangkalan Bun. Mereka menyampaikan kondisi makam Cornelius di Kapuas yang kerap terendam banjir. Penelusuran kemudian dilakukan.

Arsip-arsip lama dibuka dan jejak sejarah Cornelius mulai terungkap. Ia ternyata merupakan salah satu dari 13 penerjun dalam operasi udara bersejarah AURI di Kalimantan.

"Berdasarkan piagam penghargaan yang dimilikinya, Cornelius dinilai layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Makamnya kemudian dibuka kembali pada 8 November 2025," ujarnya.

Dua hari setelahnya, tepat pada 10 November 2025, Cornelius dimakamkan kembali di TMP Sanaman Lampang melalui upacara militer. Dari situlah pertanyaan lebih besar muncul.

Siapa sebenarnya 13 pemuda yang pernah diterjunkan ke Kalimantan pada 1947? Jawabannya membawa para peneliti menelusuri salah satu episode penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Borneo.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork