Filosofi Topeng Hudoq dalam Perayaan Panen Orang Dayak

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 09 Agu 2026 16:01 WIB
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Kutai Kartanegara -

Topeng Hudoq memiliki makna spiritual yang erat kaitannya dengan kehidupan, alam, dan harapan akan hasil panen yang melimpah bagi Dayak di Kalimantan Timur. Bentuk topeng hudoq begitu unik dan terkadang menyeramkan, namun tersimpan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi leluhur.

Ritual Hudoq telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak sejak lama. Perayaan ini biasanya digelar setelah musim menanam padi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar tanaman tumbuh subur dan terhindar dari gangguan hama. Lantas, apa makna yang terkandung di balik topeng-topeng Hudoq?

Sekilas Tentang Tari Hudoq

Tari Hudoq Suku Dayak, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Foto: (Masaul/detikTravel)

Tari hudoq merupakan salah satu tarian tradisional khas suku Dayak, terutama di wilayah Kalimantan Timur. Beberapa suku Dayak mengenal tari ini, antara lain Dayak Bahau, Dayak Ga'ay, dan Dayak Kenyah.

Hudoq merupakan ritual tari bertopeng yang berasal dari sejumlah subetnis Dayak di Kalimantan Timur. Tari Hudoq digunakan untuk menyambut musim panen atau masa tanam.

Tarian ini menjadi simbol doa dan ungkapan syukur kepada Tuhan agar hasil panen melimpah sekaligus memohon perlindungan dari serangan hama. Tari hudoq khas dengan penggunaan topengnya.

Biasanya tari ini dimainkan saat panen, tetapi juga ada fungsi lain dari tari hudoq. Seperti berkomunikasi dengan alam gaib, memohon perlindungan, hingga untuk media hiburan.

Dirangkum dari situs Kemenparekraf dan Indonesia Kaya, nama 'hudoq' berasal dari istilah lokal yang berarti 'menjelma'. Ini merujuk pada topeng-topeng yang digunakan sebagai perwujudan roh, binatang, dan dewa.

Topeng juga menjadi media yang aman agar bisa terhubung dengan roh. Sebab roh tidak bisa dilihat langsung oleh manusia tanpa risiko kualat, sehingga perlu perantara topeng.

Dalam kepercayaan Dayak Bahau, arwah yang turun dari Apo Lagaan diutus oleh Asung Luhung Inai Ayaq untuk memberkati bumi. Awalnya, semua roh dianggap pembawa berkah, namun seiring waktu, peran mereka berkembang menjadi lebih kompleks.

Terdapat macam-macam roh, ada roh pelindung berbentuk elang, roh leluhur berbentuk manusia, dan roh hama berbentuk binatang. Topeng-topeng dalam tari hudoq mencerminkan keragaman fungsi spiritual tersebut.




(aau/aau)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork