Bahaya Mitos Diare Tanda Bayi Akan Bisa Jalan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 13:30 WIB
Ilustrasi bayi diare/Foto: Getty Images/CAP53
Kotawaringin Timur -

Musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memicu naiknya ancaman penyakit. Meski jumlah penderita ISPA tergolong tinggi, Dinkes menilai penyakit yang paling mengkhawatirkan selama musim kemarau justru adalah diare.

Penyakit tersebut dinilai lebih berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga berujung kematian apabila terlambat mendapatkan penanganan medis. Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan kasus ISPA memang masih mendominasi laporan penyakit selama kemarau, terutama di kawasan perkotaan seperti Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

"ISPA memang cukup tinggi dan angkanya berfluktuasi. Data 6 bulan 2 minggu (Januari - pertengahan Juli) sebanyak 14.987 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun yang paling kami waspadai saat ini adalah diare karena perkembangannya bisa sangat cepat dan berisiko fatal jika tidak segera ditangani," ujar Nugroho, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyebaran diare. Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, makanan, serta kebutuhan cairan tubuh.

"Sebagai langkah pencegahan, Dinkes mengimbau warga untuk menggunakan masker ketika kualitas udara menurun akibat debu maupun kabut asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara tidak sehat, memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA atau diare yang tidak kunjung membaik," katanya.

Dinkes berharap masyarakat tidak menganggap remeh penyakit yang muncul selama musim kemarau. Selain menjaga kesehatan pernapasan, kewaspadaan terhadap diare dinilai menjadi kunci untuk mencegah meningkatnya kasus yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"


(sun/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB