Kasus Penyakit Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Pakai Masker

Kalimantan Timur

Kasus Penyakit Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Pakai Masker

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Rabu, 02 Sep 2026 12:02 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan Alwiati.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan Alwiati. Foto: Ary Nindita Intan/detikKalimantan
Balikpapan -

Tiga jenis penyakit yang berkaitan dengan gangguan pernapasan mengalami peningkatan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Kasus kenaikan terjadi pada penyakit flu atau common cold, faringitis akut, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Alwiati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus penyakit tersebut. Masyarakat diingatkan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Ada kenaikan kasus pada penyakit pernapasan. Sehingga kami mengimbau masyarakat supaya aware dengan penyakitnya sendiri. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," ujarnya, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tren kenaikan kasus panyakit pernapasan ini tercatat sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Angka penyakit flu mengalami kenaikan tertinggi dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus.

Penyakit faringitis akut juga meningkat dari 1.714 kasus pada Juli, menjadi 1.966 kasus pada Agustus. Sementara ISPA ikut naik pada periode yang sama dari 1.135 menjadi 1.361 kasus.

Menurut Alwi, kenaikan masih dalam kategori wajar seiring dengan perubahan cuaca dan memasuki periode pancaroba. ISPA sendiri kerap menyumbang angka tertinggi di Balikpapan, di luar kasus yang berkaitan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita memang menyadari bahwa setiap hari Balikpapan merasakan dampak asap akibat karhutla. Tapi jumlah kasus tidak ada kenaikan yang terlalu signifikan, ini memang tren pancaroba. ISPA Balikpapan selalu banyak walaupun tidak ada kasus kebakaran," jelasnya.

Meski begitu, tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan. Terlebih, Wali Kota Balikpapan telah menerbitkan surat edaran terkait kewaspadaan bencana karhutla.

"Saya juga membuat edaran terkait kewaspadaan peningkatan jumlah ISPA akibat karhutla. Edaran itu sudah disampaikan ke seluruh klinik, puskesmas, hingga rumah sakit," kata Alwi.

Selain gangguan pernapasan, penyakit diare berpotensi meningkat periode musim pancaroba sesuai dengan tren grafik tahunan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

"Kalau kita lihat tren setiap tahun begitu, diare pasti ikut meningkat kalau musim pancaroba. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kesehatan dengan perbanyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi, rutin mencuci tangan, serta segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads