Mengenal Ulun Pagun di Kalimantan Utara

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 08:00 WIB
Menari Bersama Suku Dayak Tidung/Foto: Pradita Utama
Tarakan -

Suku asli yang mendiami Kalimantan Utara adalah suku Tidung. Suku Tidung memiliki kelompok lain yang juga tinggal di Kalimantan Utara, terutama di Tarakan, yang disebut Ulun Pagun.

Banyak yang mengklasifikasikan Ulun Pagun sebagai sub-suku dari Tidung, ada pula yang menyebutnya sebagai suku tersendiri, bukan bagian dari suku Tidung. Sejumlah publikasi, salah satunya yang berjudul Pakian Adat sebagai Identitas Etnis: Rekonstruksi Identitas Suku Tidung Ulun Pagun, menyebut jika Ulun Pagun bukan bagian yang berbeda dari Tidung.

Ulun Pagun merujuk kepada sebagian masyarakat Tidung di wilayah pesisir yang memeluk agama Islam. Seiring berjalannya waktu, beberapa berpendapat bahwa suku ini berbeda dengan suku Tidung.

Arti Ulun Pagun

Secara bahasa, ulun berarti orang atau manusia, sedangkan pagun berarti kampung atau permukiman. Dengan demikian, Ulun Pagun berarti sebagai 'orang kampung' atau masyarakat yang hidup di dalam kampung.

Istilah ini adalah penanda untuk masyarakat Tidung yang telah menetap di kawasan pesisir dan tidak lagi hidup dalam pola permukiman rumah panjang atau lamin yang merupakan rumah adat masyarakat Dayak di pedalaman.

Bukan Sub-suku

Ulun Pagun bukanlah sub-subu, melainkan kelompok etnis dari suku Tidung. Masyarakat Ulun Pagun tetap berasal dari rumpun Suku Tidung. Perbedaannya lebih terletak pada cara mereka yang menyebut sebagai masyarakat pesisir yang telah memeluk Islam.

Bahkan di Kota Tarakan pernah dibentuk Lembaga Adat Tidung Ulun Pagun (LATUP) sebagai wadah pelestarian adat, budaya, sekaligus perkumpulan masyarakat Tidung Ulun Pagun yang sampai sekarang masih aktif dalam berbagai kegiatannya.

Dipengaruhi budaya Melayu dan Islam

Baik suku Tidung maupun Ulun Pagung mendapat pengaruh kuat khususnya dalam budaya Melayu dan Islam. Pengaruh ini tampak dari cara berpakaian, adat pernikahan, bahasa, dan kebiasaan sehari-hari.

Suku Tidung secara historis juga merupakan masyarakat Dayak yang lebih dulu memeluk agama Islam. Dibanding menggunakan Dayak Islam atau Dayak Tidung, mereka lebih dikenal dengan Ulun Pagun atau Tidung Ulun Pagun.

Dilihat dari pakaian adatnya, suku ini memiliki beberapa jenis yang kerap digunakan pada upacara-upacara tertentu. Ada Pelimbangan, Kurung Bantut, Talulandom, Selampoy, dan Sina Beranti. Sina Beranti asli Tidung ini semakin terkenal setelah muncul pada uang pecahan khusus Rp 75.000 yang diterbitkan Bank Indonesia pada 2020.

Hingga saat ini, suku Tidung termasuk orang-orang Ulun Pagun masih melestarikan adat istiadat mereka. Itu fakta menarik dari Ulun Pagun, kelompok masyarakat Tidung yang bermukim dan mendominasi di Kalimantan Utara.



Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"

(sun/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB