Karhutla di Palangka Raya, Petugas Cegah Api Masuk Taman Nasional

Karhutla di Palangka Raya, Petugas Cegah Api Masuk Taman Nasional

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 21:39 WIB
Karhutla di Palangka Raya
Personel TNI, Polri, Manggala Agni hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja bersama melakukan pemadaman/Foto: Istimewa
Palangka Raya -

Karhutla di Kilometer 23 Kota Palangka Raya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko). Bukan tanpa alasan, lokasi kebakaran berada relatif dekat dengan kawasan Taman Nasional Sebangau.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman menjadi salah satu prioritas. Pemerintah khawatir api yang tak segera dikendalikan merambat dan mengancam kawasan konservasi yang memiliki ekosistem penting tersebut. Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan tim gabungan memusatkan penanganan di kawasan Kilometer 23.

"Beberapa hari ini kita fokus di Kilometer 23, karena di situ mendekati taman nasional," kata Zaini, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencegah api bergerak lebih jauh, berbagai sumber daya dikerahkan ke lokasi. Personel TNI, Polri, Manggala Agni hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja bersama melakukan pemadaman.

"Semua sumber daya kita arahkan ke sana. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, kita lakukan upaya-upaya pemadaman agar tidak sampai merambat lebih jauh ke taman nasional," ujarnya.

800 Hektare Terbakar

Ancaman karhutla di Palangka Raya tergolong serius. Zaini mengungkapkan secara kumulatif luas lahan yang terdampak kebakaran di wilayah kota tersebut telah mencapai sekitar 800 hektare. Besarnya luasan lahan yang terbakar menjadi perhatian pemerintah, terlebih masih ditemukan sejumlah titik api yang membutuhkan penanganan.

Meski Kilometer 23 menjadi salah satu fokus utama, operasi pemadaman tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tersebut. Tim gabungan tetap bergerak ke sejumlah lokasi lain yang masih mengalami kebakaran.

"Walaupun di beberapa titik juga masih ada terjadi kebakaran, tim-tim kita juga bersama-sama melakukan kegiatan pemadaman," katanya.

Pemko Palangka Raya juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai unsur terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Bagi pemerintah, menjaga agar api tidak memasuki kawasan Taman Nasional Sebangau menjadi prioritas. Kawasan konservasi tersebut memiliki ekosistem penting yang harus dilindungi dari ancaman kebakaran.

"Operasi pemadaman pun akan terus dilakukan hingga titik-titik api berhasil dikendalikan. Pemerintah berharap langkah cepat tim gabungan mampu memutus pergerakan api sebelum ancamannya semakin meluas ke kawasan konservasi," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads