Pemadaman listrik bergilir yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para pengusaha mengaku merugi karena aktivitas mereka terhenti.
Suyanto, pemilik depo isi ulang air minum di Jalan Ahmad Yani, Plingkau, Kelurahan Baru, merasakan langsung dampak pemadaman bergilir tersebut. Ia mengaku pelayanan kepada pelanggan sering terganggu akibat listrik yang padam secara berulang.
"Sampai kapan perbaikan atau kondisi PLN seperti ini? Kami UMKM yang bergantung pada listrik jadi korban ketidakpastian. Tolong wakil-wakil rakyat yang duduk di parlemen, kondisi saat inilah yang kami perlukan untuk disuarakan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Suyanto, sehari sebelumnya listrik sempat padam sekitar empat jam. Bahkan dalam satu hari, pemadaman dapat terjadi hingga dua kali sehingga aktivitas usahanya tidak bisa berjalan maksimal.
Meski demikian, ia mengaku tidak menyalahkan petugas di lapangan. Menurutnya, para teknisi PLN tentu sedang bekerja keras memperbaiki gangguan jaringan agar pasokan listrik kembali normal.
"Kami kasihan juga sama petugas PLN yang pasti bekerja siang malam memperbaiki jaringan. Harapan kami hanya satu, semoga perbaikannya cepat selesai sehingga masyarakat dan pelaku usaha bisa kembali beraktivitas normal," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Yuda, pemilik usaha konveksi di Jalan Malijo. Ia mengatakan setiap kali listrik padam, seluruh mesin jahit otomatis berhenti sehingga target produksi ikut mundur.
"Enak-enak karyawan lagi kerja, eh listrik padam. Akhirnya semua mesin berhenti dan target produksi ikut mundur," ucapnya.
Tak hanya usaha konveksi, bisnis percetakan juga mengalami dampak yang sama. Feri, pemilik usaha percetakan sablon di Jalan Ahmad Wongso, mengatakan seluruh proses produksi bergantung pada listrik. Akibatnya, pekerjaan pelanggan sering terlambat diselesaikan.
"Kalau terus-terusan seperti ini tentu kami rugi. Semua mesin percetakan bergantung pada listrik, jadi saat padam pekerjaan otomatis berhenti," katanya.
(bai/bai)