Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah memanggil jajaran manajemen PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun untuk meminta penjelasan sekaligus kepastian terkait pemadaman bergilir yang terus dikeluhkan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan target pasokan listrik kembali normal pada minggu kedua Agustus 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Kobar, Senin (27/7/2026), digelar sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang terdampak pemadaman listrik. Bupati menilai persoalan kelistrikan telah menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan dasar yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas warga.
Nurhidayah menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Sebelumnya komunikasi dengan PLN telah dilakukan melalui Wakil Bupati. Namun, karena belum menunjukkan hasil yang signifikan, ia memilih turun langsung memanggil pihak PLN untuk meminta solusi yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemadaman bergilir tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, dunia usaha, hingga perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan adanya langkah nyata untuk mengatasi krisis listrik," ujar Nurhidayah, Senin siang.
Bupati juga meluruskan anggapan yang beredar di media sosial bahwa pemerintah tidak merasakan dampak pemadaman. Ia menegaskan pemerintah daerah juga menjadi korban kondisi tersebut.
"Rumah dinas yang tetap menyala bukan karena mendapat perlakuan khusus, melainkan menggunakan genset pribadi yang telah dimiliki sebelum menjabat," katanya.
Menanggapi hal itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun Saut Pardomuan Pandjaitan menjelaskan pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada tiga unit pembangkit di sistem interkoneksi Kalimantan, termasuk PLTU Asam-Asam di Kalimantan Selatan. Gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik mengalami defisit sehingga pengaturan beban menjadi pilihan yang harus dilakukan.
Saut mengatakan, berdasarkan informasi terbaru yang diterima PLN, kondisi sistem kelistrikan diperkirakan mulai membaik dalam waktu sekitar dua pekan.
"Pada minggu kedua Agustus, sistem diproyeksikan memasuki kondisi siaga sehingga seluruh pelanggan diharapkan dapat menikmati pasokan listrik tanpa pemadaman bergilir," katanya.
Meski demikian, ia menjelaskan kondisi siaga bukan berarti pasokan listrik memiliki cadangan yang besar. Daya yang tersedia masih relatif pas-pasan, tapi dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diperlukan selama tidak terjadi gangguan baru.
"Selama masa pemulihan, PLN akan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia, termasuk mengoperasikan pembangkit diesel di Kumai. Selain itu, pelanggan industri yang memiliki genset sendiri juga diminta memanfaatkannya sementara waktu agar beban sistem berkurang," ujarnya.
PLN juga memastikan pelanggan yang terdampak pemadaman akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. Pelanggan prabayar akan menerima kompensasi berupa token listrik, sedangkan pelanggan pascabayar mendapat pengurangan tagihan listrik setelah proses verifikasi dan perhitungan selesai dilakukan oleh PLN Pusat.
"Besaran kompensasi akan disesuaikan dengan lamanya pemadaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 yang telah diperbarui melalui Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tingkat Mutu Pelayanan. Ketentuan tersebut juga mengatur pelanggan sektor usaha, termasuk UMKM yang terdampak," pungkasnya.
Koleksi Pilihan
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan
