Tradisi Ramadan di Keraton Matan, Dentuman Meriam Penanda Waktu Berbuka

Tradisi Ramadan di Keraton Matan, Dentuman Meriam Penanda Waktu Berbuka

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 09 Mar 2026 18:00 WIB
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyulut Meriam Pusaka Padam Pelite ini menjadi penanda waktu berbuka puasa di Keraton Matan.
Tradisi sulut meriam sebagai penanda waktu berbuka di Keraton Matan. Foto: Dok. Istimewa
Ketapang -

Dentuman meriam pusaka kembali menggema di lingkungan Keraton Matan Tanjungpura, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbqr). Tradisi menyulut Meriam Pusaka Padam Pelite ini menjadi penanda waktu berbuka puasa sekaligus simbol pelestarian budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendapat kehormatan menyulut meriam pusaka pada momen buka puasa bersama Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, belum lama ini.

Alex bilang, meriam pusaka itu secara rutin ditembakkan setiap kegiatan buka puasa bersama di lingkungan keraton sebagai tanda waktu berbuka sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi kerajaan yang masih terjaga hingga kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyulutan meriam pusaka yang telah berusia ratusan tahun ini merupakan bagian dari upaya kita melestarikan sejarah serta menjaga marwah daerah," kata Alex, Senin (9/3/2026).

Alex mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam penyulutan meriam pusaka tersebut. Ia juga mengapresiasi Ikkramat yang dinilai konsisten merawat dan menjaga keberadaan meriam pusaka tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi bagaimana keluarga besar Ikkramat merawat benda pusaka mereka, termasuk sepasang meriam pusaka (laki-laki dan perempuan) yang masih aktif hingga kini," ujarnya.

"Menjaga tradisi dan aset seperti ini adalah tanggung jawab bersama agar identitas Ketapang tetap kokoh," sambungnya.

Alex menilai Keraton Matan merupakan aset negara sekaligus aset daerah yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga keberadaannya harus terus dijaga. Namun, ia mengungkapkan beberapa bagian bangunan keraton saat ini mulai mengalami kerusakan. Karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya, proses perbaikannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Bangunan keraton ini masuk kategori cagar budaya sehingga kita harus mengikuti aturan yang berlaku. Saat ini prosesnya sudah berjalan di kementerian. Mudah-mudahan ke depan pemerintah daerah dapat melakukan intervensi melalui APBD untuk perbaikan," jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat, Alex berharap Ketapang terus tumbuh sebagai rumah yang nyaman, damai, dan penuh penghormatan terhadap akar sejarahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Mangku Ikkramat Uti Royden Top mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Kerajaan Matan, tetapi juga mempererat hubungan dengan pemerintah daerah. Berbuka puasa bersama dan menyulut meriam pusaka di momen Ramadan bertujuan untuk menjaga tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun ini.

"Setiap buka puasa di Keraton Matan, penanda sudah berbuka puasa dengan suara dentuman meriam pusaka," katanya.

Dalam kesempatan itu, Uti juga berharap pemerintah daerah dapat membantu proses renovasi Keraton Matan yang saat ini kondisinya mulai mengalami kerusakan. Hal itu agar aset dan sejarah Keraton Matan tetap terjaga.

"Atap sudah banyak yang bocor. Perlu renovasi total. Cat dinding juga sudah mengelupas dan kondisinya tidak bagus lagi," kata pria yang akrab disapa Otop itu.

Menurutnya, bangunan keraton yang telah berusia ratusan tahun tersebut terakhir kali direnovasi sekitar dua dekade lalu. Meski demikian, ia mengapresiasi respons positif dari Bupati Ketapang terhadap usulan perbaikan tersebut.

"Alhamdulillah disambut baik oleh beliau. Selama ada kajian dan izin dari kementerian, pemerintah Kabupaten Ketapang siap membantu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kata Anies Usai Buka Puasa Bareng Puan-Surya Paloh di DPP NasDem"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads